Tepati Janji, Wihaji Sukses Serahkan 9 Unit Mobil Ambulance Desa

Dibaca 1.784 Kali
Wihaji Ambulance Desa
Wihaji menuju desa untuk menyerahkan Ambulance Desa ke 9 Desa di Kabupaten Batang.

PORTALBATANG.ID, BATANG – Belum genap tiga bulan nampaknya Wihaji mulai menepati janjinya. Perlahan namun pasti Wihaji mulai merealisasikan apa yang pernah dia janjikan kepada warga Batang. Sebagai pilot projeknya, Selasa (8/8/2017) dia menyerahkan sebanyak 9 unit mobil layanan kesehata.

Kesembilan mobil tersebut dia serahkan kepada 9 desa, Ada pun 9 desa yang telah melakukan pengadaan mobil layanan kesehatan berupa mobil Ambulance yaitu Desa Yang masuk Kecamatan Reban Desa Reban, Desa Sojomerto, Desa Pacet, Desa Kalisari, dan Desa Kepondung Kecamatan Reban, Kecamatan Bawang Desa Soka, Desa Sidoarjo, dan Kecamatan Tulis Desa Siberuk.

Bupati Wihaji mengatakan, Pengadaan mobil layanan kesehatan untuk desa berawal dari kebutuhan masyarakat yang selama ini desa membutuhkan.

Ambulance Desa Batang
Ambulance Desa Batang

Karena untuk mempercepat memberikan pelayanan kesehatan terdekat jika ada orang sakit melahirkan di desa bisa segera di tolong sehingga tidak bingung mencari kendaraan.

BACA JUGA  Bertahun-tahun Terisolir, Akhirnya Warga Desa Pranten Bawang Batang Punya Jalan Tembus

“ Desa memang sangat butuh dan menjadi kebutuhan bagi orang sakit, orang mau melahirkan yang harus di rujuk kerumah sakit, maka Pemerintah harus hadir dalam meberikan pelayanan yang cepat dengan mobil ambulance desa ini,” Katanya.

Bupati juga mengapresiasi kepada pemerintah desa yang melakukan keberanianya untuk melakukan kegiatan yang di ambilkan dari Dana Desa ( DD ), yang peruntukanya di gunakan untuk pengadaan mobillayanan kesehatan berupa ambulance desa.

“ Keberanian Pemerintah Desa perlu saya ancungkan jempul menggunkan dana desa untuk pengadaan mobil ambulance, karena menganggap mobil ambulance tersebut juga meupakan kebutuhan primer dalam melayani masyarakat,” Jelas wihaji.

Ia juga mengatakan kepada seluruh kepala desa yang memang akan menggunkan dana desanya untuk pengadaan mobil ambulance, yang mana harus sesuai dengan proses pengadaan, jangan sampai menyalahi aturan dan harus sesuai berita acaranya supaya para kepala desa tidak terjerat hukum.

Bupati juga menyinggung petugas pendamping dana desa untuk bekerja secara optimal, karena dana desa untuk saat ini memang menjadi isu yang sensitif bagi masyarakat dengan tingginya anggaran yang di berikan di desa.

BACA JUGA  Gasak Barang Senilai 800juta, Komplotan Maling Warga Limpung Batang di Ciduk Polres Batang

“Kami harap petugas pendamping dana desa serius dalam bekerja dari bagaimana perencanan sehingga tidak salah, karena titik awalnya dari perencanaan dan proses, atau prosesnya benar tidak ada masalah, karena ada beberapa kepala desa yang saat ini masih berurusan dengan aparat hukum.” Katanya. (HB/PORTALBATANG)

Editor : Novita Dwi Rizky

 

Komentari - Centang untuk Berbagi

Komentar