oleh

Hati-hati, Sering Pusing dan Ngantuk Itu Bisa Jadi Gejala Awal Kanker Otak

-KEPO-Dibaca 634 Kali

PORTALBATANG.COM, Kesehatan – Ngantuk itu kondisi alami ketika tubuh udah capek dan butuh istirahat. Kalau mulai merasakan ngantuk terus menerus walaupun aktivitasnya nggak capek-capek banget, harus mulai waspada. Soalnya rasa ngantuk berlebihan dan berkepanjangan itu salah satu gejala awal kanker otak.

Kondisi ini adalah bentuk perubahan status mental dari penderita kanker otak. Hal ini juga bisa jadi indikasi kalau ada sesuatu yang nggak normal sama otak. Nggak cuma ngantuk berlebihan aja sih, kamu harus bener-bener waspada kalau ngalamin sakit kepala yang dahsyat dan terjadi terus-terusan. Ada kemungkinan sel kanker lagi tumbuh di dalam otak.

Kanker otak bisa juga diawali dari tumor otak. Tumor otak adalah hasil dari pertumbuhan sel-sel di otak yang nggak wajar dan nggak terkendali. Tumor otak primer adalah tumor yang berawal di otak. Biasanya sebagian besar tumor otak ganas itu adalah kanker sekunder, artinya sel kanker itu awalnya berasal dari organ tubuh lain yang akhirnya nyebar sampe otak. Tipe tumor otak ganas itu tergantung dari tipe sel otak ketika tumor pertama muncul.

Tingkat keganasan tumor otak dibagi jadi 4 kategori yang tergantung dari tingkat perkembangan, kecepatan pertumbuhan dan kemungkinan penyebarannya. Tumor otak stadium 1 dan 2 biasanya masih jinak sehingga nggak disebut kanker. Nah kalau udah ganas dan udah masuk dalam stadium 3 dan 4 ini yang akhirnya disebut kanker. Kanker otak ganas adalah tumor yang menyebar dengan cepat di bagian lain otak dan tulang belakang.

Indikasi kanker otak juga ditunjukkan lewat perubahan status mental lain kayak gangguan memori, misalnya mudah lupa dan nggak mampu konsentrasi. Kalau tiba-tiba mengalami kondisi perubahan mental dan perubahan nggak wajar lainnya, sebaiknya segera konsultasi sama dokter. Kanker otak yang sudah di deteksi sejak dini bisa menghindari risiko kematian.

Gejala Awal Kanker Otak

Gejala Awal Kanker Otak
Hati-hati, Sering Pusing dan Ngantuk Itu Bisa Jadi Gejala Awal Kanker Otak

Penderita Kanker Otak Nggak Mengenal Usia dan Siapa Saja Bisa Kena

Di Indonesia sendiri ada sekitar 1200 kasus baru kanker otak untuk pria dan 800 kasus baru untuk wanita setiap tahunnya. Penyakit ini nggak mengenal usia, jenis kelamin dan kedudukan. Siapa saja bisa kena, termasuk juga anak-anak. Kanker otak termasuk penyakit yang tergolong langka di Indonesia. Risiko tumbuhnya tumor otak bisa disebabkan karena penyakit genetik kayak neurofibromatosis (Penyakit genetik yang bikin tumor tumbuh di saraf). Tapi kalau tumor otak ganas primer yang dimulai di otak ini sayangnya masih belum diketahui penyebabnya sampai sekarang.

BACA JUGA  Inilah 10 Gejala Serangan Jantung di Usia Muda

Tumor Akhirnya Bikin Area Otak Nggak Bisa Berfungsi Dengan Baik

Selain bikin otak nggak berfungsi dengan baik, tumor juga bisa menekan otak yang akhirnya bikin sakit kepala hebat disertai kejang-kejang. Kesimpulannya, gejala tumor otak ganas bisa bervariasi di antara penderitanya tergantung dari faktor ukuran dan bagian otak yang kena. Kalau tekanan di dalam kerangka kepala naik akibat tumor, gejala yang bakal dirasain sama penderitanya mulai dari sakit kepala hebat dan berkelanjutan, mudah lelah berlebihan dan gampang banget ngantuk. Ceroboh dan jadi susah konsentrasi, Muntah-muntah mendadak, Kejang-kejang, susah jalan.  Gampang lupa, gampang marah dan jadi cuek, sebagian penglihatan dan pendengaran jadi hilang dan susah  bicara. Nggak cuma fisik,  biasanya penderitanya juga mengalami perubahan kepribadian dan perilakunya.

Dampak Tumor itu Beda-beda, Tergantung Lokasi Otak yang Kena Tumor

Otak itu bagian inti yang fungsinya mengendalikan tubuh. Lokasi tumor di dalam otak bisa menentukan fungsi mana yang terpengaruh. Contohnya, tumor otak di bagian samping bisa bikin kejang-kejang atau pingsan dan sensasi penciuman jadi aneh. Kalau tumor di bagian belakang bisa bikin kehilangan penglihatan sebelah. Tumor di Batang otak bisa bikin badan jadi nggak stabil dan gampang jatuh, jalan juga susah, otot muka lemah, penglihatan buram sampai sulit bicara dan menelan. Tumor yang ada di bagian otak kecil itu bisa bikin penderitanya kehilangan koordinasi, susah berjalan dan bicara, mata berkedut, muntah-muntah dan leher kaku.

Segera Ke dokter Untuk Pemeriksaan Lebih Lanjut. Kalau udah Ketauan, Biasanya Bakal Dirujuk ke Dokter Spesialis

Ketika melakukan diagnosa kanker otak, dokter akan memeriksa Optic Disc atau bagian belakang mata untuk melihat adanya perubahan akibat peningkatan tekanan di kerangka kepala. Kalau dicurigai ada pertumbuhan, penderita akan langsung dirujuk ke dokter spesialis otak dan saraf (Neurologis). Nah di dokter spesialis, dokter akan menanyakan riwayat medis dan gejala yang pernah dialami.

BACA JUGA  WASPADA !! Saat Pakai Helm, Jika Tidak Ingin Serangga ini Masuk Kedalam Telinga

Dokter spesialis juga memeriksa sistem saraf dan juga pendengaran dan penglihatan, otot wajah, gerakan relaks menelan dan juga refleks angkat lutut. Sensitivitas kulit terhadap luka kecil, panas dan dingin, kekuatan keseimbangan dan koordinasi tubuh sampai kelincahan mental kayak pertanyaan sederhana dan aritmatika. Selanjutnya, dokter juga akan melakukan serangkaian tes fisik kayak CT Scan (Foto detail otak pake sinar-X), MRI Scan (Foto detail Otak menggunakan medan magnet kuat dan gelombang radio) sampai EEG ( Elektroda yang merekam aktivitas otak).

Gejala Awal Kanker Otak
Hati-hati, Sering Pusing dan Ngantuk Itu Bisa Jadi Gejala Awal Kanker Otak

Dokter juga  melakukan biopsi untuk menentukan jenis tumor dan penanganan yang paling efektif kalau dicurigai ada tumor. Prosedur biopsi dilakukan dengan membuat lubang kecil di tengkorak menggunakan jarum halus untuk ngambil sampel dan jaringan tumor. Biasanya pasien akan dirawat inap di rumah sakit selama beberapa hari untuk menjalani prosedur ini.

Bagi penderita kanker otak, butuh operasi pengangkatan tumor sebanyak mungkin. Setelah itu sisa jaringan tumor yang masih ada bisa ditangani dengan radioterapi, kemoterapi atau keduanya. Setelah penanganan nggak jarang kanker otak yang ganas bisa kambuh lagi, untuk memperpanjang kehidupan pasien, dokter bakal langsung menangani gejala yang ada.

Untuk penanganan kanker otak primer, perlu pembedahan atau operasi. Tujuan operasi ini untuk mengangkat tumor sebanyak mungkin tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selama prosedur berlangsung, pasien bakal dibius total dan sebagian area rambut kepala juga dicukur. Untuk melihat tumor dan kondisi otak, sebagian tengkorak juga akan dibedah. Proses pembedahan tengkorak kepala ini namanya craniotomy. Selanjutnya dokter spesialis bedah bakal mengangkat tumor dari otak pasien. Supaya risiko kanker kembali berkurang, biasanya pasien bakal menjalani radioterapi dan kemoterapi setelah operasi pengangkatan tumor primer.

BACA JUGA  "Alas Roban" Masuk PERINGKAT SATU Hutan TERANGKER di Indonesia

Selanjutnya, dokter mungkin akan memberikan Terapi Photodynamic, semacam suntikan obat yang sensitif cahaya ke dalam pembuluh darah. Obat ini akan langsung diserap ke sel kanker yang masih tersisa. Ketika sinar laser difokuskan di sel-sel kanker, obat ini bakal aktif dan langsung membunuh sel kanker.

Beda lagi kasusnya kalau lokasi tumor jauh di dalam otak dan susah diangkat tanpa merusak jaringan saraf lain. Tumor ini cuma bisa ditangani dengan kemoterapi, radioterapi atau keduanya. Kemoterapi itu pengobatan yang dipakai untuk membunuh sel kanker yang bisa berupa tablet, suntikan atau implan. Contoh implan kemoterapi untuk kanker otak stadium tinggi ini diantaranya Carmustine sama Temozolomide. Implan Carmustine itu sejenis implan yang larut dan melepaskan carmustine yang berfungsi untuk memperlambat sampai menghentikan pertumbuhan sel kanker. Implan yang bentuknya kayak biskuit ini bakal ditempel di lokasi tumor setelah jaringannya diangkat lewat operasi. Penanaman implan bisa dilakukan pas operasi dan sebelum pembedahan selesai. Tapi penanaman implan ini ada efek sampingnya juga, kayak peningkatan kadar air di otak, ifeksi di dalam otak sampai kejang-kejang.

Kanker otak primer juga bisa ditangani lewat radiosurgery atau radioterapi. Kalau mekanisme radioterapi, dokter bakal memberi dosis radiasi dengan energi tinggi yang dipusatkan di tumor untuk menghentikan sel kanker supaya nggak terus menggandakan diri.

Radiasi dalam prosedur Radio terapi ini intensitasnya lebih rendah dan bisa diberikan beberapa kali. Kalau Radiosurgery ini radiasi energi tingkat tinggi yang dipusatkan di tumor yang tujuannya untuk ngebunuh si tumor. Bedanya sama radioterapi, radiosurgery intensitasnya lebih tinggi dan pusatnya di bagian kecil area otak dan cuma bisa diberikan satu kali. Kabar baiknya ketika menjalani prosedur ini, pasien nggak mengalami rambut rontok sampai kulit merah. (Shinta Agustina)

Loading...

Komentari - Centang untuk Berbagi

Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed