oleh

“Sosok Yang Menginspirasi” Ini Penghargaan Buat Bupati Batang

-BATANG-Dibaca 274 Kali

PORTALBATANG.COM, JAKARTA – Bupati Yoyok Riyo Sudibyo kembali mencuri perhatian publik nasional. Dalam acara Rembug Desa Nasional 2016 yang dihelat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Jakarta, baru-baru ini, Yoyok mendapatkan penghargaan sebagai “Tokoh yang Menginspirasi”.

Rembug Desa Nasional sendiri digelar Kemendes dalam upaya memajukan ekonomi dan pemerataan di desa-desa dengan mendorong lahirnya BUMDes-BUMDes baru. Dalam forum nasional itu, Mendes juga memberikan penghargaan untuk BUMDes terbaik dengan berbagai kategori.

Seperti dilansir portal Kemendes.go.id serta laman http://binaswadaya.org, gambar Yoyok tampak di atas panggung bersama penerima penghargaan lainnya. Tak hanya itu, dalam sesie talkshow, penerima anugerah Bung Hatta Anti Corruption (BHACA) Award itu juga berkesempatan satu meja dengan Menteri Desa dan narasumber lainnya.

Meski tak banyak diketahui, kabar soal penghargaan yang diterima Bupati dibenarkan Asisten III Sekda, Drs Retno Dwi Irianto MM. Dia mengaku mengetahui informasi itu dari pemberitaan di sebuah surat kabar nasional. “Kalau tidak keliru, penghargaan itu diberikan saat acara BUMDes nasional di Jakarta,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Mendes Eko Sandjojo menyampaikan pentingnya keberadaan BUMDes dalam mengelola segala potensi dan sumber daya alam yang ada di masing-masing desa. Sebagai informasi, pertumbuhan BUMDes dalam dua tahun terakhir juga menunjukan angka yang sangat fantastis. Sesuai data Kemendes, tahun 2015, jumlah BUMDes secara nasional sebanyak 1.022 unit, namun pada tahun ini tercatat sudah menembus angka 12.848 unit.

Menurut Mendes, prospek perkembangan BUMDes ke depan sangat menjanjikan. Sebab, tak ada satupun lembaga ekonomi maupun koperasi yang bertentangan dengan BUMDes. Untuk memperkuat kelembagaan dan peran BUMDes dalam menggerakan ekonomi desa, Kemendes juga telah bekerjasama dengan Kementerian BUMN guna mengembangkan Holding BUMDes.

BACA JUGA  Ikuti Era Globalisasi, PEMKAB Batang Luncurkan Aplikasi e-Doi Kuper

Bupati Batang

“Kerjasamana ini untuk mengkonsolidasikan aset BUMDes, meningkatkan pengawasan, mendukung penguatan manajemen dan kelembagaan BUMDes melalui dukungan teknis, fasilitasi permodalan dan jaringan kerjasama,” ungkapnya.

Sebelumnya, Yoyok pernah menyampaikan rencananya untuk merintis pendirian BUMDes di seluruh desa sebagai upaya mengoptimalkan pengelolaan anggaran untuk desa yang kian melimpah, sehingga memiliki dampak sosial ekonomi yang berkelanjutan.

“Dengan uang sebesar itu, pemerintah dan masyarakat desa harus berpikir untuk merancang program unggulan yang suistainable, sesuatu yang memiliki dampak ekonomi berkelanjutan. BUMDes bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah perut dan kantong warga,” ungkap Yoyok.

BUMDes dinisiasi Buati sebagai program strategis untuk mendorong partisipasi dan inovasi masyarakat desa agar mencapai kemandirian. Konsep BUMDes yang sedang dirancang Bupati dan jajarannya itu memberikan atensi yang tinggi pada partisipasi warga. Yoyok membayangkan, seribu warga di tiap desa saja masing-masig menyetorkan Rp 10 ribu perminggu, maka setiap BUMDes memiliki simpanan Rp 40 juta setiap bulan.

“Dengan modal ini, BUMDes bisa mengelola proyek-proyek pembangunan desa. Warga juga bisa menggunakan pinjaman dengan bunga yang ringan. Saya yakin, strategi ini bisa efektif mengurangi ketergantungan warga pada rentenir atau bahkan perbankan. Yang terpenting, lembaga ini harus lahir dari masyarakat,” terangnya. (sef/kemendes.go.id/binaswadaya.org) (*)

Loading...

Komentari - Centang untuk Berbagi

Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed