oleh

Terdesak Kebutuhan Hidup, Kakak Beradik Ini Nekat Curi Helm di Markas Polisi

-JAWA TENGAH-Dibaca 249 Kali

PORTALBATANG.COM, PEKALONGAN – Apa yang dilakukan AK (32) dan TA (23), warga Jenggot, Pekalongan Selatan, bisa dikatakan sungguh nekat. Pasalnya, Dua pemuda yang merupakan kakak beradik itu, nekat mencuri sebuah helm di tempat parkir Mapolres Pekalongan Kota, Kamis (17/11) sore.

Pencuri Helm

Keduanya mengambil helm milik warga yang sedang membuat SIM di Mapolres Pekalongan Kota. Ironisnya, aksi itu dilakukan tersangka saat mereka hendak menjenguk saudaranya yang sedang ditahan di sel tahanan Mapolres karena kasus pencurian.

Sebelum sempat meninggalkan Mapolres, keduanya diamankan oleh petugas yang sedang berjaga. Keduanya selanjutnya diserahkan ke penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi melalui Wakapolres Kompol Kristanto Budi Nursetya menjelaskan bahwa kasus ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.Kakak Beradik Mencuri Helm Pekalongan

“Mereka adalah kakak beradik. Kasus pencurian ini masih ditangani oleh penyidik Satreskrim,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun, semula, kedua tersangka datang ke Mapolres Pekalongan Kota untuk menjenguk saudaranya yang sedang ditahan. Kendaraan mereka diparkir di halaman Mapolres.

Sesaat berikutnya, tersangka AK menyuruh adiknya, TA, untuk keluar dari Mapolres guna membeli obat di apotek, sekalian membawa satu helm merk INK warna hitam milik korban yang juga ada di parkiran. Sedangkan AK masih di dalam lingkungan Mapolres sembari menemui saudaranya yang ditahan.

Helm curian itu selanjutnya dititipkan oleh TA di sebuah tempat penjahit di dekat Lapas Pekalongan. TA selanjutnya kembali ke Mapolres untuk mengantar obat.

Beberapa saat kemudian, korban bernama Farkhatimah, seorang mahasiswi, hendak keluar dari Mapolres setelah membuat SIM. Dia kaget, lantaran helmnya yang semula ada di motor sudah tidak ada.

BACA JUGA  Hari Pertama Operasi Zebra Candi Digelar, Ada 156 Pengendara di Tilang

Korban selanjutnya melapor ke petugas di Pos Penjagaan Mapolres. Mendengar laporan korban, petugas langsung memeriksa kartu identitas para pembezuk di Polres serta melihat catatan siapa saja warga yang saat itu keluar masuk lingkungan Polres.

“Saya lapor bahwa helm saya kok tidak ada. Kemudian bapak polisi yang jaga mengecek KTP yang ada Pos Penjagaan. Kemudian bapak polisi itu langsung masuk ke dalam, menangkap dua pemuda itu,” katanya. Petugas juga kemudian mengamankan barang bukti berupa helm korban.

Di hadapan petugas, TA mengaku khilaf. Mereka nekat mengambil helm korban karena butuh uang untuk acara 40 hari meninggalnya sang ayah. (*)

(WahyuHidayat/RADAR/Portalbatang)

Loading...

Komentari - Centang untuk Berbagi

Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed