oleh

MENGEJUTKAN !! Ada 6 Warga Batang Cerai Setiap Harinya

-BATANG-Dibaca 910 Kali

PORTALBATANG.COM, Batang – Dari beberapa hasil rekapan kantor PA Kelas II Kabupaten Batang ada setidaknya Enam warga Batang yang mengajukan gugatan cerai.

Hal ini sangat disayangkan, terlebih rata-rata yang melakukan gugatan cerai yakni mereka yang menikah dini dan di jodohkan.

Selain itu, ada juga yang ditinggal suaminya kerja menjadi pelaut dan cerai hidup, seperti yang dikutip dari RADARPEKALONGAN berikut ini,

Sedikitnya ada 10 orang setiap harinya yang mendatangi Pengadilan Agama (PA) Kelas II B Batang untuk mendaftarkan kasus perkara. Namun dari 10 orang pemohon pengajuan perkara, enam orang diantaranya datang untuk mengajukan pemohonan perkara gugat cerai.

PA Kelas II Batang
PA Kelas II Batang

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua PA Batang Drs H Abdul Kholiq SH melalui Wakil Panitera Muhammad Miftah yang menjelaskan, bahwa setiap harinya ada enam kasus perkara kasus Gugat cerai.

“Dari jumlah data yang berhasil dihimpun pada tahun 2016 sampai dengan bulan Oktober, jumlah perkara yang didaftarkan di PA Kelas IIB Batang sebanyak 1.892 perkara.

Dan sampai dengan bulan Oktober saja, PA Batang telah memutus perkara cerai gugat sebanyak 157 kasus dan cerai talak sebanyak 53 kasus,” ujarnya.

Miftah membeberkan, kasus gugat cerai didominasi karena adanya faktor ekonomi yang membelit kehidupan rumah tangga.

Sedangkan faktor gugat cerai lainnya seperti adanya ketidak harmonisan antar pasangan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan adanya pihak ketiga menjadi faktor penentu kasus perceraian yang ada di Kabupaten Batang.

“Faktor ekonomi menjadi alasan terbanyak dari kasus perceraian di Kabupaten Batang. Prosentasenya mencapai 70% dari semua kasus gugatan perceraian yang diputus perkaranya oleh PA Kelas IIB Batang.

Dan 30% lainnya dikarenakan adanya ketidak harmonisan, kasus KDRT dan adanya pihak ketiga,” ungkap Miftah.

BACA JUGA  Pasar Minggon Jatinan Sediakan Aneka Permainan Dan Jajanan Tradisional Asli Batang

Namun dari data secara keseluruhan, lanjut Miftah, terjadi penurunan angka perceraian di tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015.

Karena pada tahun 2015 ada sekira 2000-an perkara yang terdaftar di PA Batang, namun pada tahun 2016 ini mengalami penurunan menjadi 1892 perkara.

Kendati terjadi penurunan, Miftah masih enggan untuk membuka seluruh informasi yang ada dengan dalih datanya belum diinput semuanya dan petugas penginput data sedang tidak ada.

Disampaikan oleh Miftah, bahwa rata-rata PA Kelas IIB Batang dalam sehari mampu menyidangkan 20-23 perkara.

Kalaupun nantinya terjadi penunggakan perkara di bulan sebelumnya, maka akan dimasukan ke bulan berikutnya.

“Saya tidak hafal satu-persatu kasus apa saja yang ada. Apalagi bulan November datanya belum kita input dan bulan Desember ini masih kita jalani. Jadi data belum bisa masuk semuanya. Dan tidak menutup kemungkinan sampai dengan akhir tahun nanti pengajuan pemohon gugat cerai akan bertambah,” tandasnya. (*)

(RADARPEKALONGAN/PORTALBATANG)
Loading...

Komentari - Centang untuk Berbagi

Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed