oleh

Pemerintah Kota Batang : Pembangunan Rumah Ikan di Area Terdampak PLTU

-BATANG-Dibaca 516 Kali

PORTALBATANG.COM, BATANG – Untuk meningkatkan kesejahteraan warga yang bermata pencaharian sebagai nelayan di daerah yang terdampak pembangunan PLTU Batang, pihak PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku kontraktor akan melakukan pembangunan dan pemasangan rumah ikan.

Rumah ikan ini berfungsi sebagai habitat buatan untuk memulihkan daerah penangkapan yang kurang produktif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi perikanan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh nelayan.

Rumah ikan tersebut akan diberikan kepada warga sekitar area terdampak dari pembangunan PLTU Jawa Tengah. Pekerjaan konstruksi dan instalasi rumah ikan ini, nantinya akan dilakukan oleh konsultan dengan melibatkan tenaga kerja masyarakat nelayan di desa terdampak.

BACA JUGA

Tega dan Memalukan, Bayi Wanita Asal Subah di Aborsi dan di Kubur

BREAKING NEWS : Inilah PENYEBAB Matinya Listrik di Kota Batang

Konsultan akan melibatkan peran serta kelompok nelayan setempat dalam pembangunan dan pemasangan rumah ikan,” jelas perwakilan PT BPI, Ari Wibowo pada acara sosialisasi pembangunan dan pemasangan rumah ikan kepada nelayan yang diadakan di Kantor Kecamatan Kandeman, Rabu (30/11).

PLTU Batang
SOSIALISASI – Tampak Puluhan Nelayan dan para tamu undangan tengah memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh perwakilanBalai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang. /Radarpekalongan

Ari menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang perwakilan dari nelayan Desa Ujungnegoro Kecamatan Kandeman, Dukuh Roban Barat Desa Kedungsegog Kecamatan Tulis dan Dukuh Roban Timur Desa Sengon, Kecamatan Subah. Tujuanya agar mereka mengetahui adanya rencana kegiatan tersebut dan juga mekanisme pembuatanya.

“Dalam pengerjaan pembuatan rumah ikan nanti, BPI menggandeng beberapa pihak terkait seperti Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang dan beberapa pihak lain.Rencananya rumah ikan akan dipasang di 3 lokasi area perairan sekitar PLTU Jawa Tengah. Seperti di sekitar Karang Kretek, Karang Maeso, dan 1 lokasi yang dianggap sebagai fishing ground oleh nelayan lokal,” tutur Ari.

BACA JUGA  Batang Ternyata Belum Punya Lahan Kedelai
BACA JUGA

Tega dan Memalukan, Bayi Wanita Asal Subah di Aborsi dan di Kubur

BREAKING NEWS : Inilah PENYEBAB Matinya Listrik di Kota Batang

Tri Wahyu Wibowo selaku perwakilan dari Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang mengatakan, rumah Ikan merupakan alat bantu penangkapan ikan yang digunakan di laut, baik laut dalam maupun laut dangkal.

Rumah ikan dibuat menyesuaikan dengan kondisi dasar laut sehingga mampu menarik ikan-ikan dan menjadi tempat berkumpul ikan tersebut.

“Rumah Ikan ini berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan hasil perikanan dengan lebih cepat, tanpa merusak biota laut.Rumah Ikan ini telah banyak digunakan oleh nelayan tradisional di daerah Mamuju (Sulawesi Selatan) dan Jawa Timur. Semoga dengan adanya pembuatan rumah ikan ini, akan sedikit membantu para nelayan nantinya. Mengingat akhir-akhir ini para nelayan sedang diguncangkan oleh Permen nomor 2 mengenai pelarangan penggunaan alat tangkap ikan berupa cantrang,” tandas Tri Wahyu. (*)

(M.DhiaTufail/Radarpekalongan)
Loading...

Komentari - Centang untuk Berbagi

Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed