oleh

Profile Wilayah Kecamatan Wonotunggal

-Uncategorized-Dibaca 698 Kali

Kcamatan Wonotunggal terletak diantara 3 kecamatan yang cukup besar di kabupaten Batang, yaitu diantara kecamatan Batang, kecamatan Bandar, dan kecamatan Warungasem.

Daerah ini membentang dari Utara ke Selatan dengan luas sekitar 52,35 km persegi atau 6,63 % dari luas wilayah Kabupaten Batang.

Batas administratif Kecamatan Wonotunggal antara lain : Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Batang, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan, sebelah Timur dengan Kecamatan Tulis dan Kecamatan Bandar serta sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Warungasem.

Secara geografis, Kecamatan Wonotunggal terletak pada 109˚45’30˚ BT dan 07˚00’25˚ LS. Kecamatan yang berada di jalur utama Kota Batang – Bandar – Banjarnegara ini berada diketingian 238,5 m diatas permukaan laut dengan kemiringan lahan berkisar antara 0-8%, 8-25%, 25-40% dan >40%.

Kecamatan Wonotunggal
Kecamatan Wonotunggal

Kondisi sosial budaya masyarakat Wonotunggal pada dasarnya mengikuti kondisi sosial budaya Kabupaten Batang sangat dipengaruhi oleh budaya Jawa dan Islam sebagai induk dari kebudayaan masyarakat Pulau Jawa.

Arca Ganesha Silurah
Arca Ganesha Silurah

Sebagaimana karakteristik masyarakat yang hidup di pantura jawa terutama Jawa Tengah, pondok pesantren menjadi pusat kegiatan sosial budaya masyarakat.

Arca Epos Wonotunggal
Arca Epos Wonotunggal

Pengasuh pondok Pesantren, tarutama kyai-kyai karismatik menjadi tokoh masyarakat yang dijadikan panutuan dalam kehidupan sehari-hari.

Berlaku juga bagi santri maupun alumni pondok-pondok pesantren terutama yang dijadikan sebagai ”Kyai Kampung”, rata-rata status sosial mereka lebih tinggi daripada orang kebanyakan.

Kecamatan Wonotunggal juga menyimpan sejarah klasik yang sangat penting. Diantaranya Situs Brokoh yang memuat arca (epos) Karivaradha yang sangat jarang ditemukan di Indonesia, bahkan ada yang menyebutkan hanya satu-satunya di Indonesia.

Dan Situs Silurah yang memuat arca Ganesha berukuran besar yang diperkirakan ada sejak abad ke VII pada masa Wangsa Sanjaya. (*)

BACA JUGA  Jalur Pantura Alas Roban "BANJIR" Limbah Kecap
Sumber : Kabupaten Batang
Loading...

Komentari - Centang untuk Berbagi

Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed