oleh

Bukti Perairan BATANG Masih OKE ! Ini 2 Lumba-lumba yang Tersangkut Jala Nelayan Batang

-BATANG-Dibaca 706 Kali

PORTALBATANG.COM, BATANG – Dua Ekor Lumba-lumba hidung Botol terjerat jaring nelayan Batang. Hal ini bukti kuat Bahwa Perairan Batang masik OKE dan masih belum tercemar limbah manusia.

Seperti yang PORTALBATANG kutip dari HUMAS POLRES BATANG, Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, S.H.,S.IK.,M.Hum didampingi Kasat Polair AKP Basuki bersama BKSDA Batang dan Batang Dolphin Center (BDC)  melepas dua ekor lumba-lumba jenis tursiops aduncus bottlenose dholpin atau sering disebut dengan lumba-lumba hidung botol yang tersangkut jaring nelayan di perairan Laut Jawa, tepatnya di perairan Batang, Jumat (13/1/2017).

Lumba Lumba Batang
Pelepasan Dua Lumba-lumba yang tersangkut Jala Nelayan Batang (Photo: Humas Polres Batang)

Setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan dan pemberian vitamin oleh petugas dari badan konservasi lumba-lumba Batang Dolphin Center (BDC).

Dua lumba-lumba hidung botol tersebut ditemukan tersangkut di jaring nelayan milik kapal motor mekar jaya asal Rembang, saat melintas di perairan laut Batang.

Selanjutnya, temuan lumba-lumba dengan jenis kelamin jantan dan betina tersebut langsung dilaporkan ke petugas Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polres Batang dan juga petugas Dolphin Center, sebagai lembaga konservasi hewan langka yang ada di Kabupaten Batang.

BACA JUGA  H+9 Lebaran Arus Balik Tol Fungsional Batang-Semarang dan Pantura Ramai Lancar

Saat ditemukan, kondisi kedua hewan mamalia tersebut dalam kondisi sehat, walaupun pada sebelumnya telah tersangkut di jaring nelayan dan terbawa bermil-mil lamanya.

“Lumba-lumba dengan jenis kelamin jantan ini diperkirakan berumur sebelas tahun, dengan bobot badan seberat 80 kilogram dan panjang mencapai 206 cm. Sedangkan lumba-lumba yang berjenis kelamin betina, diperkirakan berumur enam tahun, dengan bobot badan 67 kilogram dan memiliki panjang sekitar 186 cm,” ungkap sutejo, Humas Lembaga Konservasi Batang Dolphin Center saat di temui usai melepas hewan mamalia itu, Jum’at (13/1)siang.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, dan kedua lumba-lumba itu dinyatakan sehat. Akhirnya, kedua lumba-lumba yang telah diserahkan ke pihak petugas tersebut langsung dievakuasi dan di release kembali ke habitatnya di laut Jawa.

BACA JUGA  Meriahkan HUT Batang Ke-51, Ratusan Burung Kicau Hebohkan Hutan Kota Rajawali Batang

Dengan pengawalan dari pihak petugas Kepolisian, petugas lembaga konservasi Batang Dolphin Center dan petugas dari BKSDA  langsung melepaskan keduanya di tengah laut Jawa.

“Dalam kurun waktu dua tahun ini, pihak badan konservasi Batang Dolphin Center setidaknya telah melepaskan tiga ekor hewan mamalia lumba-lumba ini. Dimana, semua lumba-lumba tersebut berjenis hidung botol, karena mereka biasa hidup di perairan laut Jawa. Kita sebagai lembaga konservasi, wajib menerima dan melepas kembali mamalia tersebut, manakala kondisi hewan itu dalam kondisi sehat dan bisa untuk dilepas,” jelas Sutejo.

Kalaupun ada luka, lanjut Sutejo, maka dari pihaknya akan melakukan perawatan terlebih dahulu.

“Namun tadi setelah dilakukan pengecekan oleh para medis, ternyata kondisinya masih sehat dan memungkinkan untuk langsung kita lepas kembali. Karena pada informasi sebelumnya dari nelayan, lumba-lumba tersebut didapat dari 3 jam dari pantai, dan akhirnya kita lepas kurang lebih jarak 3 mill dari pantai,” terangnya.

BACA JUGA  Warga Landungsari NYOLONG terus BONYOK Dihajar Warga Gapuro Warungasem

Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, S.H.,S.IK.,M.Hum yang juga ikut melepas kedua lumba-lumba itu juga mengatakan, bahwa apabila para nelayan menemukan lumba-lumba yang sama atau hewan linnya yang dilindungi, maka untuk segera melaporkan ke petugas terkait.

Karena Sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 5 tahun 1990, bahwa lumba-lumba sebagai salah satu hewan yang dilindungi, dan harus di prioritaskan untuk dapat dikembalikan pada habitatnya. Hingga kelestarian hewan langka ini bisa kita lestarikan untuk generasi penerusnya.

“Maka dari itu saya mengucapkan terimakasih kepada para nelayan yang mempunyai kesadaran hukum tinggi mau melaporkan penemuan hewan-hewan yang dilindungi, khususnya lumba-lumba ini. Selanjutnya saya juga mengharapkan kepada para nelayan, apabila suatu saat pada jaringnya tersangkut hewan/mamalia yang dilindungi oleh negara seperti lumba-lumba, tolong diinformasikan kepada kami untuk bisa kita flowup dan direaleases kembali ke lautan,” tandas Kapolres.(*)

Loading...

Komentari - Centang untuk Berbagi

Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed