oleh

Megahnya Bendungan Kedung Asem, Tetap Kokoh Meski Dimakan Usia

-BATANG, KEPO-Dibaca 993 Kali

PORTALBATANG.COM – Bendungan Kedung Asem adalah bendungan yang membendung Kali (sungai) Kuto yang merupakan sungai terbesar dan sungai utama di Kecamatan Gringsing. Bendungan ini disahkan oleh Menteri Dalam Negeri kala itu Bp. Rudini pada akhir dekade 80.

Bendungan Kedung Asem didirikan untuk mengatur irigasi pertanian di daerah Kecamatan Gringsing bagian bawah yang meliputi desa Mentosari, Gringsing, Kebondalem, Lebo, Krengseng, Sidorejo, Yosorejo dan sebagian kecil daerah Kecamatan Weleri bagian barat.


Bendungan Kedung Asem
Bendungan Kedung Asem Mentosari Gringsing Batang
Bendungan Kedung Asem
Bendungan Kedung Asem Mentosari Gringsing Batang

Bendungan Kedung Asem ini memiliki turbin sebagai pembangkit listrik, akan tetapi kini turbin itu telah rusak dan belum diperbaiki kembali.

Bendungan Kedung Asem memiliki panorama yang menyejukkan hal ini dikarenakan kerimbunan hutan jati Alas Roban dan terjaganya sungai. Disisi timur bendungan Kedung Asem terdapat bukit batu yang telah lama dikenal masyarakat beberapa legenda seperti legenda berdirinya Kecamatan Weleri, bukit itu bernama Cokro Kembang.

BACA JUGA  Orang Tua Wajib Tahu, OSIS Ternyata Wadah Kepemimpinan

Bendungan Kedung Asem mengaliri 2 anak sungai untuk keperluan irigasi yaitu sungai Jenes dan sungai Kemit. Kedua anak sungai ini secara rutin mengalami perbaikan setiap tahun yaitu diawal musim kemarau ataupun menjelang akhir musim hujan disaat curah hujan rendah.

Bendungan Kedung Asem
Bendungan Kedung Asem Mentosari Gringsing Batang
Bendungan Kedung Asem
Bendungan Kedung Asem Mentosari Gringsing Batang

Seperti yang terjadi pada bulan Mei 2012, dan yang mengairi sungai Jenes ditutup beberapa hari untuk pembersihan dan perbaikan. Penutupan dan ini disambut anak-anak dengan ramai-ramai mencari ikan di sepanjang aliran sungai Jenes.

Masyarakat banyak melakukan aktifitas disekitar bendungan ini. Beberapa orang penambang pasir melakukan aktivitas di bagian atas sungai ini. Daerah ini merupakan tempat favorit untuk memancing dan mencari ikan. Pada tanggal 19 Mei 2012, seorang pemancing ikan berhasil menangkap seekor ikan catfish ukuran besar dengan berat lebih dari 7 kg.

Tempat ini memiliki keindahan tersendiri. Air, Hutan, Bukit, dan Pohon disekitar tempat ini seyogyanya dijaga dan dilestarikan. Begitulah cara agar alam tetap bersahabat dengan manusia. (*)

Loading...

Komentar

Index Berita