oleh

Omah Tani Batang Kampanyekan Budaya Pertanian Dengan Sistem Organik

-BATANG, DAERAH-Dibaca 290 Kali
Laporan Zaenal Arifin, Portal Batang

PORTALBATANG.COM, Bandar – Potensi pertanian dan kelautan di Kabupaten Batang belum digarap maksimal karena kurangnya keseriusan pemerintah setempat untuk membangun kedua sektor ini. Adanya Gerakan Kebangkitan Nelayan dan Petani (Gerbang Tani) ini bertujuan untuk lmendorong kemajuan kedua sektor itu.

Beberapa upaya yang akan dilakukan Gerbang Tani Batang antara lain pengkaderisasian petani dan nelayan, pendidikan, penyadaran dan pendampingan praktik pertanian yang pastinya lebih produktif dan bisa meningkatkan nilai tambah pendapatan petani.

“Seperti visi kita yaitu kemandirian dan kedaulatan petani untuk mewujudkan pertanian yang rahmatan lil alamin, kita mencoba mengangkat kembali budaya pertanian dengan cara metode pertanian organik yang merupakan metode pertanian yang dianut oleh nenek moyang. Alasan kenapa memilih kembali ke budaya nenek moyang dan menerapkan metode organik, karena kita ingin menyelamatkan lingkungan,”  ujar Ketua DPN Gerbang Tani Batang Caswiyono Ruydi CW disela-sela Workshop Perencanaan Strategis Gerbang Tani yang diadakan di Omah Tani, Desa Cepoko, Kecamatan Bandar, Kamis (11/5/2017).

BACA JUGA  Mengharukan, Anggota Polisi Ini Suapi Kakek Kelaparan di Pinggir Jalan Sambong Batang

Tak hanya lingkungan, lanjut Caswiyono, teknik pertanian organik juga dapat menyelamatkan banyak jiwa. Contoh saja penggunaan obat semprot kimia oleh seorang petani di Dieng, tanpa menggunakan pengaman masker saat menyemprot tanaman miliknya setiap hari.

Hal itu sangat fatal karena semprotan zat kimia yang digunakan terhirup terus-menerus tentu akan mengakibatkan tumbuhnya zat kanker di dalam tubuh yang disebabkan oleh zat tersebut.

Oleh karena itu, untuk menghindari itu perlu adanya kesadaran para petani untuk kembali lagi menerapkan metode pertanian secara organik untuk menjaga lingkungan dan mencegah hal-hal yang dapat merugikan manusia. (*)

Penulis : Zanal Arifin
Editor : Novita Dwi Rizky
Loading...

Komentari - Centang untuk Berbagi

Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed