oleh

MENEGANGKAN !! Ibu Asal Johosari Kandeman Batang Ini Hadang Alat Berat dan Protes Untuk Eksekusi Lahan Tol Batang – Semarang

-BATANG, DAERAH-Dibaca 863 Kali
Laporan Ahmad Nurfaqom, Portal Batang

PORTALBATANG.COM, Kandeman – Pemerintah akhirnya lakukan eksekusi secara paksa terhadap lahan warga di Desa Kandeman dan Bakalan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang  yang terkena Tol Ruas Batang – Semarang. Pemerintah terpaksa eksekusi lahan warga karena warga sampai saat ini belum membebaskan lahannya. Kamis (4/5/17).

Dalam aksi eksekusi ini, warga di Dukuh Johosari Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang  melakukan protes dan melawan tim eksekusi dan juga proses eksekusi.


Sementara itu di Dukuh Kemplang, Desa Juragan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang  awalnya sempat menolak eksekusi namun dengan proses mediasi akhirnya mereka mau.

Dalam penolakan warga, Warga menghadang petugas juru sita dari Pengadilan Negeri Batang. Selain itu, warga juga lakukan penolakan agar proses eksekusi di tunda dan tidak dijalankan.

Ibu Hadang Alat Berat Tol Batang - Semarang
RICUH: Salah seorang warga mengacung-acungkan kayu saat alat berat masuk ke lahan milik mereka untuk melakukan eksekusi. (Photo : suaramerdeka.com/Trisno Suhito))
BACA JUGA  MIRIS! Tidak Diperhatikan Pemerintah, Begini Nasib Pasar Simpar Reban Batang

Akan tetapi penolakan warga ini tidak di Gubris tim Eksekusi, Eksekusi pun tidak dapat warga tolak. Eksekusi ini di dampingi oleh ratusan Aparat TNI dan POLRI  untuk mengamankan proses Eksekusi.

Dari proses Eksekusi ini, Sebanyak 13 alat berat milik tim eksekusi langsung merangsek ke tanah milik Warga yang dieksekusi.

Salah seorang warga yang kena imbas dari proses eksekusi lahan ini yakni Dausri (66) lakukan perlawanan dengan sebatang kayu berukuran besar dan Dausri pun mentriaki Eksekutor. Dausri pun nekad mengejar alat berat yang masuk ke lahan nya.

Nekadnya Dausri ini langsung di amankan TNI dan POLRI, Dausri kemudian di tenangkan oleh Aparat agar tidak berbuat lebih Nekad, setelah aparat berhasil mengambil balok kayu yang dipegangnya, Dausri langsung mengambil sebatang bambu dan kembali melawan petugas.

“Saya menolak eksekusi karena harga tanah saya tidak seperti yang diharapkan. Tanah saya masa cuma dihargai Rp 360.000/m2. Padahal tanah disamping saya dihargai Rp 1.500.000. Saya tidak mau,” ucap Dausri sembari marah yang di himpun dari Suara Merdeka.

Dari penelusuran tim portalbatang.com di beberapa sumber, kericuhan ini terjadi akibat harga untuk melepaskan lahan yang terkena pembangunan tol ruas Batang – Semarang.

Ditempat lain, juru sita Pengadilan Negeri Batang  Muhamad Asnawi menegaskan bahwa Eksekusi ini harus segera dilakukan agar tidak molor.

“Proses eksekusi ini tidak akan ditunda. Sudah tidak ada waktu lagi. Kami berdasarkan perintah Ketua Pengadilan Negeri Batang  pada hari ini harus melaksanakan eksekusi,” Tandas Muhammad Asnawi. (*)

Penulis : Ahmad Nurfaqom
Editor : Novita Dwi Rizky
Loading...

Komentar

Index Berita