oleh

15 Miliar Digelontorkan, Banyak Kondom Bekas Berceceran di Rumah Dinas Bupati Kendal

-KENDAL-Dibaca 2.062 Kali

PORTALBATANG.COM, Kendal – Miris dan Memprihatinkan, Inilah kesan pertama ketika mata melihat bangunan yang menelan biaya 15 Miliar ini. Rumah Dinas Bupati (Rumdin) Bupati Kendal yang berada di Kelurahan Jetis, Kecamatan Jetis, Kendal sangat memprihatinkan.

Bangunan mewah senilai 15 Miliar itu banyak di mangkrak dan banyak ditumbuhi rumput liar dan ilalang yang menjulang sepaha orang dewasa.

Rumah Dinas Bupati Kendal
Rumah Dinas Bupati Kendal

Tak hanya itu, tampak di beberapa sisi terlihat jelas kerusakannya. Lebih mirisnya lagi banyak ditemukan Kondom bekas ! Ya Kondom Bekas !

Kondom Bekas ini banyak ditemukan di sekitaran belakang bangunan Rumdis Kendal itu, bahkan pagar di sampig gerbang bangunan Rumdis yang megah ini pun hilang entah kemana.

Rumah Dinas Bupati Kendal
Pagar Rumah Dinas Bupati Kendal

Selain banyak di temukan kondom, diteras bangunan itu pun banyak sekali bungkus obat batuk berserakan.

Salah satu warga Jetis, Kendal mengatakan jika Rumdis ini tidak berpenghuni dan sering dibuat tempat ngumpul anak-anak muda terutama jika malam hari.

BACA JUGA  Kampung Ragam Warna Mranggen Kaliwungu Kendal Gelar Lomba Lukis Payung

“Kalau malam kan situ gelap banyak anak muda nongkrong, mabuk-mabukan bahkan pacaran. Kan tidak semestinya tempat situ dibuat mesum,” ujar Kasiyanto, laki-laki yang bekerja sebagai petani tersebut, Rabu (24/5/2017).

Kasiyanto berharap agar bangunan mewah itu bisa di gunakan untuk hal positif bagi warga Kendal.

Selain itu, Kasiyanto pun mengungkapkan sering sekali menemukan kondom bekas,

“Saya sering gelar operasi di rumah dinas baru tersebut. Namun tiap datang pada kabur semua karena banyak celah untuk keluar apalagi kondisi sekitar juga gelap,” paparnya.

Bupati Kendal Mirna Annisa memang tidak mau menempati rumah dinas yang baru. Dia memilih tinggal di rumah dinas lama di belakang pendopo Kabupaten Kendal.

Mirna mewacanakan memanfaatkan rumah dinas itu dibuat terbuka untuk kegiatan masyarakat, seperti seni dan budaya.

“Silahkan saja untuk kegiatan kesenian atau komunitas di rumdin baru, ” ujar Mirna. (*)

Editor : Novita Dwi Rizky

 

Loading...

Komentari - Centang untuk Berbagi

Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed