Dinkes Batang Gelontorkan 11 MILYAR Untuk Menunjang Pelayanan Publik

oleh
Dinkes
DinkesDinas Kesehatan Kabupaten Batang, Keluarkan dana 11 MILYAR untuk kegiatan yang inovatif dan kreatif Pukesmas pada Sosialisasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Aula Kantor Bupati, Selasa (3/4/2018).

PORTALBATANG.ID, BATANG – Untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang sering terjadi di masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang mengeluarkan anggaran dana sebesar Rp. 11 miliar sebagai penunjang Puskesmas, di Kabupaten Batang saat Sosialisasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Aula Kantor Bupati, Selasa (3/4/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hidayah Basbhet mengatakan, dana BOK ini di peruntukan pada Puskesmas saat melakukan kegiatan preventif dan promotif yang bertujuan untuk pencegahan dan promosi kesehatan kepada masyarakat.

“Untuk anggaran BOK di Kabupaten Batang mencapai Rp.11 miliar yang langsung dialokasukan ke rekening masing-masing Puskemas dan besaranya pun berbeda-beda,” kata Hidayah Basbhet.

Anggaran itu bisa digunakan untuk kegiatan yang inovatif dan kreatif Pukesmas dalam membantu para ibu hamil menurunkan angka kematian Ibu dan anak, karena mengingat angka kematian ibu hamil di Kabupaten Batang cukup tinggi.

“Tercatat sejak Januari 2018 angka kematian pada ibu hamil sudah mencapai 6 orang sedangkan per April 42 bayi meninggal, sehingga perlu adanya penanganan ektra untuk mengatasi masalah ini,” tegas Hidayah Basbhet.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, untuk mewujudkan Batang Sehat Pemerintah memiliki program BOK yang di prioritaskan untuk bisa menurunkan angka kematian ibu hamil dan angka kematian bayi.

BACA JUGA  GEGER !! Agus Warga Karangasem Utara Mengambang di Parit Tak Bernyawa

Dengan adanya BOK dari pusat ini, lanjut Wihaji, diharapkan para petugas Puskesmas lebih intens turun ke tengah – tengah masyarakat untuk membantu mereka yang membutuhkan.

“Sama seperti salah satu misi pemerintah daerah Kabupaten Batang, yaitu meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia seutuhnya. Melalui optimalisasi gerakan pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang secara terpadu, berarti setiap masyarakat berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” kata Wihaji.

Bupati Wihaji menekankan perlunya ada indikator peningkatan layanan kesehatan yang bisa dicapai seperti pengurangan angka gizi buruk, angka kematian pada bayi dan balita, angka kematian pada ibu hamil serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup sehat.

“Ada mitos yang melekat pada masyarakat kita tentang larangan mengkonsumsi makanan yang berasal dari laut atau beraroma amis. Padahal dari situlah gizi tertinggi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita, disinilah peran para petugas kesehatan puskesmas untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat,” tambah Wihaji. (*)

Berita ini sudah tayang di https://tribunpantura.com/2018/04/04/dinkes-batang-gelontorkan-11-milyar-untuk-menunjang-pelayanan-publik/