Ditipu “KIAI” Palsu, Warga Batang dan Pekalongan Geruduk Polres Pekalongan

oleh
Penipuan Kiai Palsu Batang Pekalongan
Doc. Polres Pekalongan

PORTALBATANG.ID, PEKALONGAN – Korban penipuan dengan modus bisa menggandakan dollar dan emas oleh Tunjung Hariyadi (33) warga Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, yang mengaku ‘ Kiai’ palsu mulai berdatangan. Para korban yang lebih dari dua orang melaporkan ke Polres Pekalongan.

Informasi dihimpun, pelaku melakukan penipuan dengan kedok jamaah pengajian dan menjanjikan bisa memberikan emas.

Tak main-main dalam aksinya, pria yang dipanggil oleh para jamaahnya dengan sapaan “Gus’ tersebut bahkan telah menggasak miliaran rupiah dari para korban.

Data dari kepolisian, uang yang masuk ke salah satu rekening Tunjung pada tahun 2016 mencapai Rp 720 juta, dan yang terbaru ada lima korban yang melapor ke Polres Pekalongan dengan kerugian ratusan juta.

BACA JUGA  ALAMAK, Wanita Paruh Baya Pelaku Penadahan Mobil Ini di Ciduk Polsek Bandar

Pria asal Gedanganak tersebut mengaku telah menjalankan aksinya beberapa tahun lalu. Uang hasil menipu digunakan untuk membayar hutang dan membangun rumah.

“Saya gunakan, untuk membangun rumah seluas sekitar 400 meter persegi di Ungaran, sisanya untuk membayar hutang,” ungkap Tunjung ketika gelar perkara di Mapolres Pekalongan.

Ia menerangkan, aksi yang dilakukanya selalu berpindah-pindah daerah.

Terakhir ia lakukan di Pekalongan.

“Dengan mendatangi satu lokasi dan membuka pengajian, kemudian menawarkan ke jamaah emas ataupun menggandakan uang,” paparnya.

BACA JUGA  Walaupun Tidak Heboh, Upacara Bendera HUT Kabupaten Batang ke-51 Ini Tetap Khidmat

Selain menjanjikan bisa menggandakan uang dan mendatangkan emas, Tunjung juga pernah berjanji bisa memasukan sesorang sebagai PNS.

“Dengan membayar 80 juta saya menjanjikan bisa menjadikan seorang sebagai PNS, selain itu saya bisa menyembuhkan penyakit dengan modal jimat,” katanya.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan mengatakan, modus yang dijalankan tersangka dengan menjanjikan kepada jamaah pengajian bisa mendatangkan emas ataupun menggandakan uang, dengan mahar sejumlah uang yang diminta sebagai jaminan.

“Pelaku melakukan aksi penipuan di beberapa wilayah, selain Pekalongan ia juga melakukan aksinya di Ungaran. Dengan menjanjikan imbalan berupa emas dan bisa manggandakan uang pelaku menjerat para korbannya,” imbuh AKBP Wawan.

BACA JUGA  Polsek Blado Amankan Jalannya Pawai Madrasah Roudotutolibin Untuk Sambut Bulan Ramadhan

Sedangkan keris dan jikat lainya juga digunakan agar para jemaah percaya bahwa pelaku bisa mendatangkan emas.

Loading...

Komentari - Centang untuk Berbagi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *