oleh

HARUS HENGKANG! Pemkab Batang Ancam CV Feilin Pabrik Kayu Lapis

-BATANG-Dibaca 408 Kali

PORTALBATANG.ID, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang merespon pengaduan puluhan karyawan pabrik kayu lapis CV Feilin yang berlokasi di Desa Banaran Kecamatan Banyuputih, Batang, yang tidak membayar penuh uang lembur maupun Tunjangan Hari Raya (THR).

Akibatnya, belasan karyawan mogok kerja dan menuntut agar hak mereka dipenuhi sesuai undang-undang ketenaga kerjaan.


Terkait kasus tersebut, Wakil Bupati Batang Suyono, Selasa (3/7), mendatangi pabrik kayu lapis tersebut untuk meminta klarifikasi tentangpengaduan karyawan yang tidak mendapatkan uang lembur dan Tunjangan Hari Raya (THR), secara penuh.

BACA JUGA  Sering Palak Pengunjung Pantai Celong, Ini Alasan NM...

“Kami datang ke sini karena mendapatkan pengaduan dari karyawan. Mereka mengadu tidak mendapatkan uang lembur dan uang THR yang tidak dibayar penuh, hanya mendapatkan Rp.600 ribu,”kata Suyono.

Diungkapkan, tidak hanya itu saja, sistem pola kerja yang diterapkan perusahaan (CV Feilin) tidak sesuai dengan undang – undang ketenaga kerjaan.

CV F
Wakil Bupati Batang Suyono saat berdialog dengan sejumlah karyawan yang melakukan mogok kerja. (Photo:KasirinUmar/WD)
BACA JUGA  Warga Landungsari NYOLONG terus BONYOK Dihajar Warga Gapuro Warungasem

Sehingga sangat merugikan karyawan. Kalau memang ini terjadi, maka Pemkab Batang akan mencabut izinoperasionalnya.

“Sebelum Pemkab mencabut izin (operasional), kami beri kesempatan agar perusahaan memperbaiki sistem ketenaga kerjaan sesuai perundang-undangan. Yakni, berikan apa yang menjadi hak karyawan,” tegas Suyono.

“Kami peringatkan kepada pimpinan CV Feilin jangan ada lagi intimidasi kepada karyawan. Jangan ada PHK dan jangan ada penerimaan karyawan (baru) sebelum masalah ini selesai. Saya minta agar masalah ini diselesaikan secara baik,” ujar Suyono.

BACA JUGA  DISPERINDAG Kota Batang Tata Ulang Pujasera yang Sepi

Pimpinan Perusahaan Kayu Lapis CV Feilin, Zhu Young Dun mengatakan, untuk ke depan perusahaan akan memperbaiki sistem ketenagakerjaan yang sesuai dengan peraturan dan perundang undangan.

“Untuk honor lembur dan kekurangan uang THR, saya belum bisa memutuskan pada hari ini. Karena kita akan menghitung dulu berapa jam, mereka lembur. Saya minta waktu dua hari untuk memutuskannya,”kata Zhu.

BACA JUGA  TAK BERJAMBAN, TIM 1 KKN UNDIP Kelurahan Proyonanggan Batang Terjun ke Rumah Warga

Sementara itu, Santoso (30) selaku Koordinator Karyawan CV Feilin menambahkan, mereka sepakat belum mau bekerja sebelum haknya dipenuhi, yaitu uang lembur dan kekurangan THR.

Selama ini, menurut Santoso, perusahaan memberikan gaji karyawan, menggunakanUpah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2017, yakni sebesar Rp. 1.603.000. (PORTALBATANG)

Wartawan : Kasirin Umar
Sumber : Suara Merdeka
Loading...

Komentar

Index Berita