Innalilahi, Ini Dua Jamah Haji Asal Batang yang Meninggal di Mekkah

oleh -Dibaca 185 Kali
Haji Batang Meninggal di Mekkah
Warga Indonesia yang meninggal di Mekkah saat menjalankan Ibadah Haji

PORTALBATANG.ID, BATANG – Kabar duka datang dari Mekah. Dua jamaah haji asal Batang diketahui meninggal dunia saat menunaikan Rukun Islam kelima itu di tanah suci.

Dua orang Calhaj yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 5 keberangkatkan dari Embarkasi Haji Donohudan dikabarkan telah wafat di tanah suci Makah.

Dua Calhaj tersebut yakni, Siti Aminah (57), warga Desa Tegalsari Rt 06 Rw 01 Kecamatan Kandeman dan Supriyati (51), warga Dukuh Kalipucang, Desa Kranggan Rt 01 Rw 07 Kecamatan Tersono.

BACA JUGA  AWAS! NGEROKOK Ditempat Umum di Batang Bakal Didenda Puluhan Juta

Keduanya tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 5 keberangkatkan dari Embarkasi Haji Donohudan

Anak jamaah haji batang yang meninggal
Anak almarhumah Supriyati, Imam Khasani, saat mengisahkan kabar wafatnya sang ibu di tanah suci. (Photo : M DHIA THUFAIL)

“Dari laporan yang masuk, Almarhumah Siti Aminah wafat pada tanggal 23 Juli 2018, karena mengidap penyakit Cardio Vascular. Sedang almarhumah Supriyati meninggal pada tanggal 29 Juli 2018, karena mengidap penyakit Respiratory,” ujar Andi Afifudin, Operator Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Kemenag Kabupaten Batang, Senin (30/7).

BACA JUGA  Bangun Harmonisasi, Polsek Batang Ngopi Bareng Dengan Warga

Andi menyebutkan, almarhumah SIti Aminah wafat di Pemondokan Madinah, sementara almarhumah Supriyati wafat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Dijelaskan, kedua Calhaj telah dinyatakan istitha’ah (kemampuan melaksanakan ibadah haji secara fisik, mental dan perbekalan -red) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), karena telah mengantongi surat istitha’ah sebelum pelunasan haji.

“Namun menurut keterangan dari pihak keluarga almarhumah Supriyati, almarhumah diakui memang pernah menderita penyakit stroke dan kanker,” terangnya.

BACA JUGA  Megahnya Bendungan Kedung Asem, Tetap Kokoh Meski Dimakan Usia

Sementara dijelaskan Surwiyadi, perangkat Desa Kranggan, almarhumah Supriyati dalam kurun waktu satu tahun terakhir memang mengalami sakit sakitan.

Almarhum sering keluar masuk rumah sakit untuk opname maupun sekadar memeriksakan kesehatannya.

“Saya kurang tahu sakit yang diderita almarhumah Supriyati ini apa, namun saat diopname di rumah sakit saya juga sempat menjenguknya. Tapi kemarin saat akan pemberangkatan, saya melihat almarhumah dalam keadaan ceria dan sehat sehat saja,” katanya.

Lanjut Surwiyadi, almarhumah Supriyati berangkat menunaikan ibadah haji bersama suaminya. Keduanya mendaftar Haji pada tahun 2011.

BACA JUGA  Ini Kronologi Bocah Tenggelam di Pantai Sigandu yang Gegerkan Warga

“Kami belum mendapatkan info lebih lanjut dari Kantor Kemenag Batang, apakah jenazah dipulangkan atau tidak,” ucapnya.

Sedang Imam Khasani, anak almarhumah Supriyati mengatakan, pertama kali mendapatkan kabar wafatnya ibunda langsung dari sang ayah.

Ia ditelepon dari Mekah setelah setengah jam Ibunda meninggal dunia.

“Sebelumnya, Ibu mempunyai riwayat penyakit vertigo terus menjalar ke jantung ke saraf sampai terakhir Ibu sakit stroke. Keluarga mengharap, agar jenazah Ibu bisa dimakamkan di tanah suci Mekah,” tandasnya. (*)

Wartawan : M Dhia Thufail
Editor : Portal Batang
Sumber : Radar Pekalongan
Loading...

Komentari - Centang untuk Berbagi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *