portalbatang.id – Bali United sukses mengamankan kemenangan telak 4-1 atas Isenmulang Kalteng FC dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027. Meski berpesta gol di kandang sendiri, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (12/9/2026), pelatih Serdadu Tridatu, Johnnu Jansen, justru menyimpan sedikit kekecewaan.
Kemenangan ini menandai awal musim yang mulus bagi Bali United, dengan dua kemenangan beruntun dari dua pertandingan awal. Catatan impresif ini mengulang kesuksesan mereka di musim 2024/2025. Empat gol kemenangan Bali United dicetak oleh Thijmen Goppel yang memborong dua gol (menit ke-35 dan 90), Teppei Yachida (menit ke-45+2), dan Irfan Jaya (menit ke-77). Isenmulang Kalteng FC hanya mampu membalas satu gol hiburan lewat penalti Douglas Cruz di menit ke-90+3.

"Kemenangan yang bagus setelah menang 4-1 di kandang," ujar Johnnu Jansen seusai pertandingan. Namun, pelatih berpaspor Belanda ini tak segan mengakui bahwa timnya belum menunjukkan performa terbaik. "Saya pikir, kami tidak memulai pertandingan dengan bagus. Kami menghadapi beberapa peluang besar dan bisa memegang kendali permainan. Mencetak empat gol bagus, tetapi seharusnya kami bisa mencetak lebih banyak gol," tegasnya, menyoroti efektivitas lini serang.
Also Read
Terkait gol penalti yang bersarang ke gawang timnya, Jansen melihat adanya kecerobohan. "Gol tersebut terjadi karena kecerobohan kami sendiri saat Thijmen Goppel melanggar pemain lawan," jelasnya. Meski demikian, ia tetap bangga dengan dominasi timnya. "Namun saya pikir kami mampu mendominasi sisa pertandingan dengan sangat baik. Kami memainkan sepak bola yang bagus, menciptakan banyak peluang, dan mencetak empat gol. Saya bangga dengan tim ini," pungkas pelatih berusia 51 tahun itu.
Di sisi lain lapangan, Pelatih Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya, mengakui bahwa skuad asuhannya terlalu membiarkan pemain Bali United berkembang. Padahal, menurutnya, dalam 30 menit pertama, timnya bermain cukup baik dan bahkan memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan. "Sayang sekali tadi gol pertama dari corner kick dan membuat kepercayaan diri pemain turun," kata Mundari. Ia tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya dan berharap pertandingan ini menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan.
Mundari juga menyinggung sanksi minus dua poin yang diterima Isenmulang, yang mungkin sedikit memengaruhi mental pemain. "Secara psikologis mungkin ya. Tapi sekali lagi, yang terpenting buat kami adalah bukan menilai dari sana. Kami harus mulai berkembang dan melihat kelebihan tim ini," tegasnya, menekankan fokus pada pengembangan tim daripada terlarut dalam hasil dan sanksi. Dengan kekalahan ini, Isenmulang Kalteng FC masih terjerembab di dasar klasemen dengan minus dua poin.




