portalbatang.id – Awal musim BRI Super League 2026/2027 menjadi mimpi buruk bagi tim promosi Isenmulang FC. Dua kekalahan telak beruntun membuat Laskar Tambun Bungai terdampar di dasar klasemen, memicu sorotan tajam terhadap performa tim. Menjelang laga krusial kontra Bhayangkara FC, pelatih kepala Mundari Karya buka suara mengenai akar permasalahan yang dihadapi anak asuhnya, menyoroti pentingnya kepercayaan diri dan adaptasi.
Tim yang diperkuat Makan Konate ini harus menelan pil pahit setelah dibantai Arema FC 0-4 dan kemudian menyerah 1-4 dari Bali United. Hasil ini menempatkan mereka di posisi sulit, tanpa poin sama sekali. Tekanan untuk segera meraih poin perdana di kasta tertinggi sepak bola Indonesia semakin memuncak.

Mundari Karya, pelatih kawakan berusia 66 tahun yang pernah membela Timnas Indonesia era 1980-an, mengakui bahwa bermain di level Super League tidaklah mudah. "Hal pertama yang kami lakukan adalah membangkitkan kepercayaan pemain," ujar Mundari. Ia menambahkan, adaptasi menjadi kunci utama bagi skuadnya. Mayoritas pemain Isenmulang FC adalah pilar saat masih bernama Adhyaksa FC dan berhasil promosi, ditambah beberapa wajah baru yang belum pernah berkarier di Indonesia.
Also Read
Tantangan berikutnya tak kalah berat. Pada pekan ketiga, Isenmulang FC akan bertandang ke Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, untuk menghadapi Bhayangkara FC pada Sabtu, 19 September 2026. Bhayangkara FC sendiri bertekad meraih kemenangan kandang perdana setelah dua hasil imbang (2-2 kontra Dewa United dan 1-1 kontra Persebaya Surabaya), menjadikan duel ini semakin sengit bagi Isenmulang FC.
Meski dihadapkan pada situasi sulit, manajemen Isenmulang FC terus memompa semangat tim. Melalui akun klub, pesan "Percayalah pada proses" digaungkan, menunjukkan komitmen untuk tetap berjuang dan tidak menyerah. Mencuri satu atau tiga poin dari Lampung akan sangat krusial untuk mengangkat posisi mereka dari dasar klasemen sementara.
Mundari Karya dan tim pelatih juga telah menyiapkan langkah strategis ke depan. Evaluasi menyeluruh terhadap skuad akan dilakukan paling lambat pada 23 September 2026, atau sepekan setelah laga tandang ke Lampung. "Evaluasi sampai tanggal 23 September. Kita akan tahu pemain di posisi mana yang kira-kira kita butuhkan untuk menambah kekuatan tim," jelas mantan pembesut PSPS Pekanbaru dan Persisam Samarinda itu.
Evaluasi ini diharapkan dapat memberikan masukan konkret kepada manajemen untuk memperkuat tim di posisi-posisi krusial. Dengan semangat yang terus dipompa dan rencana evaluasi yang matang, Isenmulang FC berharap dapat segera menemukan ritme permainan terbaik mereka dan bangkit dari keterpurukan di BRI Super League 2026/2027.




