portalbatang.id – Gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia semakin dekat, dan Timnas Bangladesh, yang dijuluki Bengal Tigers, telah memulai persiapan intensif. Pelatih kepala mereka, Thomas Dooley, tak hanya memetakan kekuatan lawan, namun juga melontarkan pernyataan menarik mengenai tekanan yang akan dihadapi tuan rumah, Timnas Indonesia, terutama saat kedua tim bersua di fase grup.
Menurut Dooley, status sebagai tuan rumah akan menjadi pedang bermata dua bagi Skuad Garuda. "Indonesia akan berada di bawah tekanan psikologis saat bertanding melawan kami," ujar Dooley. Ia menambahkan, "Sebab, mereka tentu tidak ingin kalah dari tim yang peringkatnya lebih rendah. Sama halnya seperti kami yang tidak ingin kalah dari Bhutan." Pernyataan ini mengindikasikan strategi Dooley untuk memanfaatkan ekspektasi tinggi yang membebani Timnas Indonesia di turnamen yang akan berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026 tersebut.

Bangladesh tergabung di Grup A Premier Division bersama Malaysia, Singapura, dan Indonesia, menggantikan India yang mengundurkan diri. Sementara itu, Grup B diisi oleh Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
Also Read
Ujian Perdana Kontra Harimau Malaya
Perjalanan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 akan dimulai dengan laga berat melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat, 25 September 2026. Pertandingan ini menjadi tantangan tersendiri mengingat catatan pertemuan kedua tim yang kurang menguntungkan bagi Bengal Tigers. Dari sepuluh kali bersua, Bangladesh hanya mampu meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan menelan tujuh kekalahan dari Harimau Malaya.
Meski demikian, Dooley tetap optimistis. "Mereka adalah lawan yang tangguh. Umumnya mereka sulit dikalahkan, tetapi dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Jika kami memberikan yang terbaik dan mereka melakukan kesalahan, kami akan memiliki peluang," kata Dooley, seperti dikutip dari TSports.
Misi Balas Dendam Lawan Singapura
Dua hari setelah menghadapi Malaysia, Bangladesh akan melanjutkan perjuangan dengan menghadapi Singapura. Laga ini memiliki motivasi khusus bagi Dooley dan anak asuhnya. Bangladesh menelan kekalahan dalam dua pertemuan terakhir kontra Singapura; kalah 1-2 di kandang pada 10 Juni 2025, dan kembali takluk 0-1 saat bertandang ke markas Singapura dalam kualifikasi Piala Asia AFC pada Maret 2026.
Mantan pelatih Timnas Malaysia ini yakin timnya memiliki potensi untuk membalas kekalahan tersebut. "Terakhir kali, kami hampir menang, tapi akhirnya kalah. Meskipun peringkat mereka lebih tinggi, kami punya peluang untuk mengalahkan mereka jika kami sedang dalam performa terbaik," tegas Dooley.
Puncak Tantangan: Melawan Tuan Rumah Indonesia
Pertandingan terakhir Bangladesh di fase grup adalah menghadapi Indonesia pada 1 Oktober 2026. Laga ini diprediksi akan menjadi panggung bagi Bangladesh untuk benar-benar menguji mental tuan rumah. Dengan catatan pertemuan yang menunjukkan Indonesia lebih unggul (empat kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan dari Bangladesh), tekanan untuk meraih kemenangan di kandang sendiri akan sangat besar bagi Skuad Garuda.
Saat ini, Timnas Bangladesh sedang menjalani pemusatan latihan intensif sebagai persiapan menghadapi turnamen akbar ini. Skuad Bengal Tigers dijadwalkan akan bertolak menuju Indonesia pada 19 September 2026, siap memberikan kejutan dan memanfaatkan setiap celah, terutama tekanan yang dirasakan oleh Timnas Indonesia.




