portalbatang.id – BRI Super League 2026/2027 baru saja bergulir dua pekan, namun gonjang-ganjing sudah melanda Persijap Jepara. Klub berjuluk Laskar Kalinyamat ini secara mengejutkan langsung mengganti pelatih kepala mereka, Juan Cortes, menyusul rentetan hasil minor di awal musim. Mario Lemos kini kembali ditunjuk untuk menakhodai tim yang tengah terpuruk di zona degradasi ini, dengan ujian perdana yang tak main-main: menghadapi Persib Bandung.
Krisis di Awal Musim

Performa Persijap pada musim ini memang jauh dari harapan. Mereka menelan dua kekalahan beruntun, yakni tumbang 0-2 di kandang Madura United, disusul kekalahan 0-1 di kandang sendiri saat menjamu Borneo FC. Rentetan hasil buruk ini memaksa manajemen Persijap mengambil keputusan cepat. Juan Cortes, pelatih asal Spanyol, menjadi korban pertama dari ganasnya persaingan kompetisi musim 2026/2027, dicopot dari jabatannya hanya dalam hitungan pekan.
Also Read
Sebagai gantinya, Persijap menunjuk kembali Mario Lemos, pelatih yang tidak asing bagi Laskar Kalinyamat. Lemos kini memikul tugas berat untuk segera membenahi tim jika tak ingin terus terjerembap di papan bawah klasemen.
Akar Masalah: Persiapan Amburadul
Buruknya performa Persijap sebetulnya tak begitu mengejutkan apabila menilik ulang persiapan tim asal pesisir utara Jawa Tengah ini dalam menghadapi BRI Super League 2026/2027. Dibanding kontestan lain, Persijap menjadi tim yang paling akhir memulai pramusim.
Laskar Kalinyamat baru memulai agenda latihan pertamanya pada 17 Agustus 2026. Padahal, tiga pekan kemudian, tepatnya pada 6 September 2026, mereka sudah harus menghadapi duel melawan Madura United. Persiapan selama tiga pekan terhitung waktu yang sangat singkat untuk bisa mempersiapkan tim secara maksimal.
Hal itu pula yang dikeluhkan oleh Juan Cortes setelah timnya dihantam kekalahan kedua. "Saya tidak senang, kami tidak senang, tetapi kami butuh waktu. Ini baru empat minggu pertama kami. Ini bukan alasan, ini adalah kenyataan kami, jadi kami butuh waktu," ujar Cortes. Ia menambahkan, "Ini tidak seperti sulap di mana Anda bisa langsung menempatkan 11 pemain dan bermain layaknya sebuah tim yang solid, karena kami butuh waktu untuk saling mengenal, untuk meningkatkan model permainan kami."
Selain faktor kebugaran, chemistry juga menjadi kendala besar bagi Laskar Kalinyamat. Dari 12 pemain asing yang bergabung, hanya dua yang berstatus pemain lama. Mayoritasnya merupakan pendatang baru dan debutan, yang tentu membutuhkan waktu untuk saling beradaptasi.
Ujian Berat Mario Lemos: Mengadang Persib
Kini, setelah kembali mendapatkan mandat untuk menakhodai Persijap sebagai pelatih kepala, Mario Lemos akan langsung dihadapkan pada lawan yang tak mudah. Pada ujian pertamanya, Lemos akan memimpin Persijap menghadapi Persib Bandung.
Menurut jadwal, duel ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Minggu (20/9/2026) pukul 19.00 malam WIB. Laskar Kalinyamat wajib mewaspadai momentum kebangkitan Persib jelang laga ini. Setelah tumbang dari Persija pekan lalu, skuad Pangeran Biru berhasil melumpuhkan tim yang saat ini berada di puncak klasemen kasta tertinggi Liga Korea Selatan, FC Seoul, pada ajang AFC Champions League Two (ACL2). Hasil ini tentu bisa menjadi lecutan semangat bagi anak asuh Igor Tolic untuk bangkit di kompetisi domestik.
Meski begitu, Laskar Kalinyamat sebetulnya juga punya modal yang cukup positif jika berbicara rapornya menghadapi Persib. Musim lalu, Persijap menjadi salah satu tim yang tak bisa dikalahkan Maung Bandung. Di pertemuan pertama, Persijap sukses menang di kandang dengan skor 2-1, sedangkan pertemuan kedua di Bandung berakhir imbang tanpa gol.
Akankah Mario Lemos mampu memanfaatkan rekor positif ini dan membangkitkan semangat juang Laskar Kalinyamat dari keterpurukan? Pertandingan melawan Persib akan menjadi tolok ukur awal yang krusial bagi perjalanan Persijap di musim ini.




