Nasib Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026

Author Image

Dewi Laksmi

30 September 2026, 01:06 WIB

portalbatang.id – Perjalanan Tim Nasional Indonesia dalam ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026 di Grup A Premier Division tengah berada di persimpangan jalan yang krusial. Setelah sempat mengamankan kemenangan tipis 2-0 atas Singapura pada laga pembuka, skuad Garuda harus puas berbagi angka setelah bermain imbang tanpa gol melawan rival abadi mereka, Malaysia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB.

Pertandingan bertajuk derby Nusantara tersebut berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh drama. Timnas Indonesia dipaksa bermain dengan kondisi tidak ideal setelah gelandang andalan Persib Bandung, Thom Haye, menerima kartu merah langsung dari wasit pada menit ke-37. Insiden tersebut terjadi setelah Haye melakukan pelanggaran terhadap pemain Malaysia, Arif Aiman. Akibatnya, pasukan asuhan John Herdman harus bertahan habis-habisan dengan hanya mengandalkan 10 pemain di lapangan.

Nasib Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Meski digempur tanpa henti oleh serangan bertubi-tubi dari Malaysia yang unggul jumlah pemain, lini pertahanan Indonesia yang dikomandoi oleh Elkan Baggott dan Kevin Diks menunjukkan ketangguhan luar biasa. Kerja keras barisan belakang ini berhasil menjaga kesucian gawang Garuda hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan satu poin berharga tetap berada di tangan Indonesia.

Hasil imbang ini menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen sementara dengan raihan empat poin. Menariknya, jumlah poin tersebut sama dengan Malaysia, namun Indonesia harus rela tertahan di posisi kedua karena kalah dalam perhitungan selisih gol. Harapan untuk melangkah ke partai final masih terbuka lebar, namun syaratnya cukup berat: Indonesia wajib menelan kemenangan atas Bangladesh di laga pamungkas, sembari berharap Malaysia terpeleset dan gagal meraih poin saat menghadapi Singapura.

Di tengah situasi yang sulit ini, sorotan tajam mulai mengarah kepada sang juru taktik, John Herdman. Performa tim yang dinilai kurang meyakinkan memicu gelombang kritik dari para pendukung setia Garuda. Sebagian suporter bahkan mulai menyuarakan kerinduan akan sosok Shin Tae-yong, pelatih legendaris yang masa baktinya berakhir pada Januari 2025. Penurunan performa pasca-era Shin Tae-yong, termasuk kegagalan di bawah asuhan Patrick Kluivert, membuat tekanan terhadap Herdman semakin berat.

Namun, tidak semua pihak sepakat untuk langsung menghakimi sang pelatih asal Inggris tersebut. Mantan kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi, memberikan pembelaan dan meminta publik untuk bersikap lebih bijak. Menurutnya, Herdman masih membutuhkan waktu untuk membuktikan kapasitasnya di level kompetisi yang lebih tinggi.

"John Herdman ini belum benar-benar teruji dalam turnamen besar. Hasil imbang semalam adalah dampak dari kualitas Malaysia yang sangat baik, ditambah lagi kita harus bermain dengan kekurangan pemain," ujar Agung saat memberikan tanggapannya. Ia menambahkan bahwa penilaian terhadap kinerja pelatih baru bisa dilakukan secara objektif setelah turnamen ini usai. "Saya masih optimis, turnamen ini belum berakhir dan Herdman masih bisa diharapkan," pungkasnya.

Related Post