Suporter Malaysia Tertahan di GBK

Author Image

Dewi Laksmi

30 September 2026, 07:39 WIB

portalbatang.id – Ketegangan atmosfer persaingan sepak bola antara Indonesia dan Malaysia tidak hanya terasa di atas lapangan hijau, tetapi juga merembet ke area tribun penonton. Pasca laga sengit dalam ajang Piala ASEAN FIFA yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (28/09/2026), ratusan suporter tim tamu, Malaysia, terpaksa tertahan di dalam stadion selama lebih dari satu jam.

Situasi ini sempat memicu tanda tanya besar di kalangan penonton yang hadir. Namun, perlu ditegaskan bahwa penahanan ini sama sekali bukan disebabkan oleh adanya kericuhan, bentrokan, atau aksi anarkis antar kelompok suporter. Langkah ini merupakan bagian dari protokol keamanan ketat yang diterapkan oleh pihak penyelenggara dan aparat keamanan guna menjamin keselamatan para pendukung Harimau Malaya.

Suporter Malaysia Tertahan di GBK
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Berdasarkan laporan yang dihimpun, puluhan ribu suporter tuan rumah, Indonesia, telah lebih dulu meninggalkan area stadion setelah peluit panjang dibunyikan. Sementara itu, para pendukung Malaysia diarahkan oleh petugas untuk tetap berada di zona khusus yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan untuk menciptakan jarak aman antara pendukung tuan rumah dan tamu guna menghindari potensi gesekan di tengah tensi pertandingan yang sangat tinggi.

Puluhan personel keamanan terlihat berjaga dengan sangat ketat di sekitar pembatas area suporter Malaysia. Tugas utama mereka adalah mengatur alur pergerakan massa dan memastikan tidak ada pendukung tim tamu yang mencoba mendekati kerumunan suporter Indonesia. Tindakan preventif ini diambil sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan saat proses evakuasi massa berlangsung. Setelah menunggu lebih dari setengah jam dalam pengawalan ketat, barulah para pendukung Malaysia diperbolehkan meninggalkan stadion secara bertahap.

Di sisi lain, hasil pertandingan di lapangan sendiri berakhir dengan skor kacamata. Pertarungan sengit antara dua rival bebuyutan ini harus ditutup dengan skor imbang 0-0. Sebanyak 56.894 penonton yang memadati SUGBK harus puas melihat kedua tim berbagi satu poin dalam laga krusial ini.

Menanggapi hasil tersebut, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meminta para pendukungnya untuk tetap tenang dan bersikap realistis. Menurutnya, skuad Garuda saat ini masih dalam tahap pengembangan dan pembangunan pengalaman internasional. Herdman mengungkapkan bahwa rata-rata pemain yang turun di lapangan baru memiliki sekitar 16 penampilan internasional, sehingga proses adaptasi dan kematangan tim masih terus berjalan.

Meski pertandingan berakhir tanpa gol, tensi tinggi yang tercipta menunjukkan betapa besarnya rivalitas kedua negara di kancah sepak bola Asia Tenggara. Keamanan yang ketat di SUGBK menjadi bukti bahwa manajemen risiko tetap menjadi prioritas utama dalam setiap laga bertajuk derbi antarnegara.

Related Post