portalbatang.id – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan ambisi besar skuad Garuda dalam menghadapi laga krusial melawan Bangladesh. Bukan sekadar mencari kemenangan, pelatih asal Inggris tersebut menargetkan anak asuhnya untuk tampil agresif dan mencetak gol sebanyak mungkin demi mengamankan tiket menuju babak final FIFA ASEAN Cup 2026.
Bagi Herdman, produktivitas di lini depan bukan hanya soal angka di papan skor, melainkan sebuah mentalitas yang harus dimiliki oleh setiap pemain. Ia ingin para penggawa Timnas Indonesia menjadikan dahaga akan gol sebagai motivasi utama saat melangkah ke lapangan. Menurutnya, efektivitas dalam penyelesaian akhir akan menjadi kunci utama dalam menentukan nasib Indonesia di fase penentuan Grup A ini.

"Jika saya adalah seorang pesepak bola dan ingin mendapatkan tempat di ruang ganti, saya harus membuktikan kemampuan dengan mencetak gol sebanyak-banyaknya. Itulah inti dari sebuah pertandingan sepak bola, dan hal itulah yang paling dinantikan serta disukai oleh para pemain," ujar Herdman dengan nada penuh optimisme.
Also Read
Strategi menyerang ini tidak muncul begitu saja. Herdman melihat adanya potensi besar yang bisa dikonversi menjadi gol jika para pemain mampu menjaga intensitas permainan. Ia menyoroti performa luar biasa yang ditunjukkan Timnas Indonesia pada pertandingan sebelumnya saat menghadapi Malaysia. Dalam laga tersebut, Skuad Garuda menunjukkan daya juang yang luar biasa dengan bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-38, namun tetap mampu menjaga skor tetap imbang 0-0.
Ketangguhan pertahanan yang ditunjukkan saat menghadapi tekanan hebat dari Malaysia menjadi modal berharga. Herdman menekankan bahwa jika intensitas yang sama diterapkan saat menyerang, Indonesia akan menjadi tim yang sangat mengerikan bagi lawan.
"Saya sudah menyampaikan kepada para pemain, jika mereka mampu membawa intensitas yang sama seperti saat mereka berjuang menjaga clean sheet di 60 menit terakhir pertandingan sebelumnya, kita akan berada di jalur yang benar," ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus pada 20 menit terakhir laga kontra Malaysia, di mana para pemain tampak berjuang mati-matian demi kehormatan negara dengan memasang badan di dalam kotak penalti. Herdman berharap semangat pantang menyerah tersebut tidak hanya muncul saat bertahan, tetapi juga saat melakukan transisi ke fase menyerang.
"Terutama pada 20 menit terakhir saat mereka berjuang habis-habisan untuk negara, memasang badan di dalam kotak penalti. Jika intensitas dan fokus tersebut mereka bawa ke fase mencetak gol dan menyerang, kami akan menjadi tim yang sangat bagus," tambahnya.
Menutup pernyataannya, Herdman menyatakan keyakinan penuh terhadap kualitas individu yang dimiliki oleh para pemainnya. Ia percaya bahwa talenta yang ada di dalam skuad saat ini sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan misi besar mereka di turnamen ini. Fokus utama kini adalah bagaimana mengubah determinasi bertahan menjadi kekuatan destruktif di lini depan guna memastikan langkah Indonesia menuju puncak tertinggi ASEAN Cup 2026.




