Misi Bangkit PSS Sleman di Liga

Author Image

Dewi Laksmi

1 Oktober 2026, 21:39 WIB

portalbatang.id – Perjalanan PSS Sleman di kompetisi BRI Super League musim 2026/2027 harus dimulai dengan catatan yang cukup kelam. Memasuki pekan keempat, tim berjuluk Super Elja ini masih tertatih-tatih mencari ritme permainan yang tepat setelah melewati tiga laga awal dengan hasil yang jauh dari harapan.

Hingga saat ini, PSS Sleman belum mampu mengamankan satu poin pun dalam perjalanannya. Rentetan kekalahan beruntun menjadi kendala utama yang menghambat laju mereka di papan klasemen. PSS harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor tipis 1-2, kemudian dipermalukan oleh Madura United dengan skor 1-3, dan terakhir menyerah 1-2 saat berhadapan dengan Dewa United.

Misi Bangkit PSS Sleman di Liga
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Kondisi ini menempatkan PSS Sleman sementara di posisi ke-15 klasemen sementara. Secara statistik, lini pertahanan tim asuhan Pieter Huistra ini tampak rapuh setelah kebobolan tujuh gol, sementara lini serang baru mampu menyumbangkan tiga gol. Menariknya, ketiga gol yang dicetak oleh PSS sejauh ini semuanya berasal dari kaki para pemain asing baru, yakni Matheus Fornazari, Melvyn Lorenzen, dan Christophe Nduwarugira.

Menanggapi situasi sulit ini, pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, memilih untuk tetap tenang dan tidak mengambil langkah instan. Alih-alih melakukan perombakan besar-besaran di tengah kompetisi, juru taktik asal Belanda tersebut lebih memilih untuk fokus mengoptimalkan potensi pemain yang sudah ada di dalam skuad saat ini.

Huistra mengakui bahwa upaya mendatangkan pemain baru sempat menjadi opsi, terutama saat bursa transfer paruh pertama masih terbuka. Namun, ia menyadari bahwa mencari pemain berkualitas di tengah musim bukanlah perkara mudah. Menurutnya, pasar transfer di tengah kompetisi cenderung didominasi oleh pemain-pemain yang ingin segera dilepas oleh klubnya karena performa yang kurang maksimal.

"Kami sempat mencoba mencari tambahan pemain baru, tetapi pada tahap musim seperti ini, situasinya cukup sulit. Hampir semua klub hanya ingin melepas pemain yang kualitasnya kurang bagus," ungkap Huistra.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terjebak dalam keputusan terburu-buru yang justru bisa merugikan tim di masa depan. Huistra sangat selektif dan hanya menginginkan pemain yang benar-benar memiliki kualitas tinggi untuk memperkuat kekuatan tim, bukan sekadar menambah kuantitas pemain di daftar skuad.

"Saya tidak tertarik dengan pemain yang kualitasnya di bawah standar. Saya menginginkan pemain bagus yang benar-benar bisa membuat tim menjadi lebih kuat," lanjutnya dengan tegas.

Bagi Huistra, fokus utama saat ini adalah melakukan pembenahan internal dan meningkatkan kualitas pemain yang sudah dimiliki. Ia percaya bahwa dengan waktu yang tersedia, ia masih bisa melakukan perbaikan taktik dan mentalitas pemain sebelum kembali turun ke lapangan.

Saat ini, kompetisi BRI Super League tengah memasuki masa jeda selama tiga pekan karena adanya agenda FIFA Matchday. Masa jeda ini menjadi momentum emas bagi PSS Sleman untuk melakukan evaluasi mendalam. PSS dijadwalkan akan kembali beraksi pada 11 Oktober mendatang. Pada laga pekan keempat tersebut, Super Elja akan menjamu PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Laga kandang ini menjadi kesempatan krusial bagi PSS untuk mengakhiri tren negatif dan mulai mengumpulkan poin demi memperbaiki posisi di klasemen.

Related Post