portalbatang.id – Kekalahan telak yang dialami De Red FC dalam ajang Pegadaian Championship meninggalkan catatan merah yang mendalam. Meski sempat memimpin jalannya pertandingan, tim asuhan Aji Santoso justru harus menelan pil pahit setelah dibalikkan oleh Persipura. Pelatih berpengalaman tersebut menyoroti aspek krusial yang menjadi penyebab kegagalan timnya, yakni rapuhnya mentalitas pemain saat menghadapi tekanan di lapangan.
Aji Santoso mengungkapkan rasa kecewanya terhadap performa anak asuhnya yang dianggap kehilangan kendali emosi setelah lawan berhasil menyamakan kedudukan. Padahal, De Red FC sebenarnya berada dalam posisi yang sangat menguntungkan, baik dari segi skor maupun jumlah pemain di lapangan. Namun, keunggulan tersebut seolah menguap begitu saja saat mental bertanding mereka runtuh.

"Tentu ini hasil yang sangat menyayangkan. Kita sudah unggul 1-0 dan menang jumlah orang di lapangan, tetapi pemain-pemain justru kembali panik dan kurang tenang begitu lawan berhasil mencetak gol penyama kedudukan," ujar Aji Santoso dengan nada kecewa usai laga berakhir.
Also Read
Menurut pengamatan Aji, masalah ketenangan ini bukanlah sesuatu yang baru. Ia mengaku telah memberikan instruksi khusus kepada para pemain jauh sebelum peluit pertama dibunyikan. Dalam sesi pertemuan tim dan arahan di ruang ganti, Aji sudah menekankan pentingnya menjaga fokus dan stabilitas emosi, terutama jika situasi pertandingan berubah menjadi tidak menguntungkan.
"Saya sudah sampaikan di ruang ganti, bahkan saat meeting sebelum laga, bahwa ketika kita unggul lalu lawan bisa membalas, pemain harus tetap tenang. Tidak boleh ada kepanikan yang tidak perlu," tegasnya.
Sayangnya, instruksi tersebut tidak mampu diimplementasikan dengan baik oleh para pemain di lapangan. Alih-alih meredam serangan lawan dan kembali mengendalikan ritme permainan, De Red FC justru kehilangan momentum emas mereka. Ketidakmampuan menjaga konsentrasi ini dimanfaatkan dengan sangat cerdik oleh Persipura. Meski bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, Persipura tampil jauh lebih efektif dan mampu mengeksploitasi celah di lini pertahanan De Red FC hingga sukses mencetak tiga gol kemenangan.
Statistik pertandingan mempertegas adanya masalah efektivitas dalam skema serangan De Red FC. Meskipun mereka mendominasi penguasaan bola hingga mencapai angka 60 persen, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan ancaman nyata ke gawang lawan. Dari sekian banyak percobaan yang dilakukan, De Red FC hanya mampu menghasilkan dua tembakan tepat sasaran.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan efisiensi yang ditunjukkan oleh Persipura. Walaupun harus bermain dengan 10 orang, tim tamu mampu mencatatkan lima tembakan tepat sasaran yang sangat mematikan. Kegagalan De Red FC dalam mengonversi dominasi menjadi gol, ditambah dengan rapuhnya mental saat tertinggal, menjadi evaluasi besar bagi Aji Santoso untuk memperbaiki performa tim di laga mendatang.




