Misteri Taktik Herdman di Final ASEAN Cup

Author Image

Dewi Laksmi

3 Oktober 2026, 21:39 WIB

portalbatang.id – Langkah Timnas Indonesia menuju partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 semakin nyata. Setelah melewati fase grup dengan performa yang meledak-ledak, skuad Garuda kini bersiap menghadapi ujian sesungguhnya di partai final. Perjalanan di Grup A memang tidak terlepas dari drama, namun catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang cukup untuk mengantarkan anak asuh John Herdman ke babak penentuan.

Perjalanan Garuda dimulai dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Singapura, disusul hasil imbang tanpa gol saat berhadapan dengan Malaysia. Namun, kejutan terbesar terjadi pada laga pamungkas fase grup, di mana Indonesia tampil beringas dengan melumat Bangladesh lewat skor fantastis 9-2. Dominasi ini memicu diskusi hangat di kalangan pengamat sepak bola mengenai arah permainan yang sedang dibangun oleh pelatih asal Inggris tersebut.

Misteri Taktik Herdman di Final ASEAN Cup
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, memberikan analisis mendalam mengenai transformasi taktik yang diterapkan Herdman. Menurutnya, pelatih Timnas Indonesia tersebut mulai berhasil menemukan identitas permainan yang diinginkan. Luciano menyoroti aspek agresivitas dan intensitas serangan yang kini menjadi ciri khas Garuda.

"Saya melihat Herdman mulai menemukan identitas permainan Indonesia, terutama dalam aspek agresivitas dan intensitas menyerang," ungkap Luciano saat memberikan komentarnya.

Salah satu poin yang dipuji oleh Luciano adalah fleksibilitas taktik Herdman. Hal ini terlihat jelas saat Indonesia menerapkan skema tiga bek dalam laga melawan Bangladesh. Penggunaan formasi 3-4-3 terbukti efektif menciptakan banyak peluang emas. Selain itu, keberanian Herdman untuk memberikan menit bermain kepada pemain muda serta kemampuannya mengubah komposisi pemain di tengah laga dianggap sebagai aset berharga bagi perkembangan tim.

Namun, di balik pesta gol tersebut, Luciano memberikan catatan kritis yang harus segera dibenahi. Ia menilai Timnas Indonesia masih memiliki "pekerjaan rumah" besar, terutama terkait konsistensi lini pertahanan. Masalah utama yang muncul adalah bagaimana tim mengontrol ritme pertandingan saat sudah berada dalam posisi unggul jauh.

"Melawan Bangladesh, kualitas individu Indonesia memang terlihat sangat dominan. Namun, di final nanti tantangannya akan jauh berbeda. Lawan akan memberikan tekanan yang lebih besar, dan kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal," tegas mantan pemain Persija Jakarta tersebut.

Ujian sesungguhnya akan tersaji pada Senin (5/10/2026) malam WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Indonesia dijadwalkan berduel sengit melawan Thailand dalam perebutan trofi perdana FIFA ASEAN Cup. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi ajang pembuktian apakah taktik fleksibel Herdman mampu meredam kekuatan raksasa Asia Tenggara lainnya tersebut. Bagi Luciano, skor besar di fase grup adalah modal positif, namun final adalah ujian kualitas taktik yang sebenarnya.

Related Post