portalbatang.id – Ambisi Tim Nasional Indonesia untuk mengukir sejarah baru di kancah internasional kini berada di depan mata. Setelah melalui perjuangan panjang, skuad Garuda berhasil melaju ke partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, jalan menuju takhta juara tidaklah mudah, karena Indonesia harus berhadapan dengan sang raksasa Asia Tenggara, Thailand, dalam laga final yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin malam (5/10/2026).
Menjelang laga krusial tersebut, berbagai analisis mulai bermunculan, termasuk saran penting bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Legenda sepak bola Indonesia era 1980-an, Alexander Saununu, memberikan catatan khusus agar Herdman tidak melakukan eksperimen berlebihan atau merombak komposisi pemain yang telah terbukti solid selama fase grup.

Saununu menekankan bahwa konsistensi adalah kunci utama saat menghadapi tim sekaliber Thailand. Menurutnya, Herdman sudah memiliki "The Dream Team" atau susunan pemain terbaik yang telah menunjukkan performa luar biasa di tiga pertandingan fase penyisihan Grup A. Ia berharap komposisi tersebut tetap dipertahankan guna menjaga ritme permainan.
Also Read
"Saya rasa John Herdman sudah memahami komposisi sebelas pemain terbaik untuk menghadapi Thailand. Saya sangat berharap susunan itu tidak diubah lagi. Thailand adalah tim yang sangat mapan, baik dari segi kualitas pemain maupun kematangan mental saat bertanding," ujar Saununu kepada media, Sabtu (3/10/2026).
Lebih lanjut, Saununu menyoroti pentingnya kedisiplinan taktik. Ia mengamati adanya ketidakkonsistenan dalam gaya bermain Indonesia sepanjang turnamen ini, yang membuatnya terlihat seolah belum memiliki karakter permainan yang tetap. Oleh karena itu, ia mendesak Herdman untuk menyiapkan strategi yang lebih komprehensif, termasuk rencana cadangan jika strategi utama menemui jalan buntu.
"Melawan Thailand, Herdman harus memiliki rencana yang lebih matang, mulai dari Plan A, B, hingga C. Jika taktik utama berhasil dipatahkan oleh Thailand, tim harus sudah siap dengan alternatif lain," tambahnya.
Terkait komposisi pemain, Saununu memuji kekuatan lini tengah Indonesia yang mengandalkan duet Ivar Jenner dan Joey Pelupessy sebagai jangkar di lini tengah, dengan Ole Romeny yang berperan bebas di depan. Ia juga menyarankan agar Calvin Verdonk tetap dipasang sebagai bek kiri karena ketangguhannya dalam menjaga pertahanan.
Namun, Saununu memiliki pandangan berbeda mengenai peran Thom Haye. Meski mengakui kualitas umpan "Sang Profesor" sangat luar biasa, ia menilai Haye memiliki kelemahan dalam duel perebutan bola. Saununu menyarankan agar Haye tidak dipasang sebagai starter, melainkan sebagai pemain pengganti untuk memecah kebuntuan di babak kedua.
Laga final ini diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas pemain diaspora Indonesia untuk membuktikan bahwa mereka mampu membawa Garuda naik ke puncak tertinggi sepak bola Asia Tenggara.




