portalbatang.id – Persiapan Tim Nasional Indonesia dalam menghadapi partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 kini tengah menjadi sorotan utama. Skuad Garuda dijadwalkan akan berduel dengan raksasa Asia Tenggara, Thailand, dalam laga final yang sangat dinantikan. Sebelum bentrokan sengit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) terjadi, ada beberapa catatan statistik penting mengenai performa tim berjuluk Gajah Perang tersebut selama melakoni fase grup.
Thailand berhasil mengamankan tiket ke partai final setelah tampil dominan di Grup B. Meski sempat mengalami satu kekalahan mengejutkan, mereka tetap mampu mengunci posisi sebagai juara grup dengan koleksi enam poin. Perjalanan mereka di fase grup diwarnai dengan dinamika yang menarik, mulai dari kemenangan telak hingga catatan pertahanan yang sempat terlihat sangat kokoh.

Pada laga pembuka, Thailand tampil tanpa ampun saat menjamu Pakistan. Mereka sukses membungkam lawan dengan skor mencolok 4-0. Teerasak Poeiphimai menjadi bintang dalam laga tersebut dengan torehan dua gol, yang disusul oleh gol dari Jude Soonsup-Bell serta gol bunuh diri pemain lawan. Produktivitas ini menjadi modal berharga bagi Thailand, di mana mereka mencatatkan rata-rata 2,33 gol per pertandingan sepanjang fase grup.
Also Read
Momentum emas Thailand berlanjut saat mereka menghadapi Vietnam. Dalam laga krusial tersebut, Thailand berhasil mematahkan rekor impresif Vietnam yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam 27 pertandingan beruntun. Sarach Yooyen menjadi pahlawan lewat gol spektakulernya, disusul oleh Chaiyaphon Otton di masa injury time. Kemenangan 2-0 ini tidak hanya memastikan tiket final, tetapi juga memperlihatkan sisi disiplin pertahanan mereka yang mampu menjaga gawang tetap bersih (clean sheet) dalam dua laga awal.
Namun, tren positif tersebut sempat terhenti pada pertandingan terakhir grup. Menghadapi Filipina, Thailand justru mengalami kekalahan 1-2. Menariknya, seluruh gol yang bersarang di gawang Thailand selama fase grup terjadi hanya pada laga ini. Kekalahan tersebut diduga terjadi karena pelatih Anthony Hudson melakukan eksperimen besar dengan melakukan sembilan perubahan pemain, mengingat posisi Thailand sudah aman di puncak klasemen.
Secara keseluruhan, Thailand mencatatkan tujuh gol dan hanya kebobolan dua kali dengan selisih gol +5. Statistik ini menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang sangat produktif namun memiliki celah di lini belakang jika menghadapi lawan yang bermain agresif.
Kini, tantangan sesungguhnya menanti mereka di Jakarta. Indonesia, yang keluar sebagai juara Grup A, diprediksi akan memberikan perlawanan sengit. Duel antara dua juara grup ini akan menjadi pembuktian siapa yang layak menyandang gelar juara perdana dalam sejarah FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan final ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno.




