portalbatang.id – Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) bersiap menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara dua raksasa sepak bola Asia Tenggara. Timnas Indonesia dijadwalkan akan menghadapi musuh bebuyutan mereka, Thailand, dalam laga puncak FIFA ASEAN Cup 2026 pada Senin (5/10/2026) malam WIB. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan ajang pembuktian bagi skuad Garuda untuk memutus dominasi sang rival.
Langkah Indonesia menuju partai final terbilang sangat meyakinkan. Berstatus sebagai juara Grup A, tim asuhan Kevin Diks dan kawan-kawan berhasil mengamankan tujuh poin dari tiga pertandingan yang dijalani. Meski sempat bersaing ketat dengan Malaysia dalam hal produktivitas gol, keunggulan lini serang menjadi faktor kunci yang membawa Indonesia melaju ke partai puncak.

Di sisi lain, Thailand juga menunjukkan taringnya sebagai juara Grup B. Meski mengumpulkan enam poin yang sama dengan Vietnam, tim berjuluk Gajah Perang tersebut berhasil lolos berkat keunggulan hasil head-to-head dan selisih gol yang lebih baik. Duel ini diprediksi akan berlangsung panas, mengingat sejarah panjang pertemuan kedua tim yang penuh dengan tensi tinggi.
Also Read
Jika menilik catatan sejarah, Indonesia memang seringkali kesulitan saat berhadapan dengan Thailand. Dalam 78 pertemuan yang telah terjadi, Thailand mendominasi dengan raihan 37 kemenangan. Sementara itu, Indonesia baru mampu mengamankan 25 kemenangan, dengan 16 laga lainnya berakhir imbang. Thailand seolah telah menjadi momok menakutkan bagi Timnas Indonesia, terutama dalam laga-laga krusial.
Catatan buruk Indonesia terlihat jelas saat berbicara mengenai partai final. Dalam empat pertemuan di final Piala AFF (yang sebelumnya bernama Piala Tiger), Indonesia selalu gagal membendung kekuatan Thailand. Kegagalan tersebut dimulai pada edisi tahun 2000 dengan kekalahan telak 1-4, disusul kekalahan melalui adu penalti pada tahun 2002. Pada era format dua leg, Thailand kembali menjadi mimpi buruk dengan kemenangan agregat pada edisi 2016 dan 2020.
Menariknya, jika menilik ajang SEA Games, persaingan kedua tim justru terlihat seimbang. Dalam empat pertemuan di final sepak bola SEA Games, masing-masing tim berhasil mengantongi dua kemenangan. Indonesia sukses meraih emas pada tahun 1991 dan 2023, sementara Thailand mendominasi pada tahun 1997 dan 2013.
Kini, setelah sepuluh tahun terakhir Indonesia kesulitan meraih kemenangan atas Thailand—terakhir kali terjadi pada final Piala AFF 2016—saatnya bagi Garuda untuk bangkit. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Jakarta, Indonesia memiliki motivasi besar untuk menghapus catatan buruk tersebut dan mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai simbol kebangkitan sepak bola nasional.




