Misi Bangkit PSS Sleman Hadapi PSM

Author Image

Dewi Laksmi

7 Oktober 2026, 11:39 WIB

portalbatang.id – Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League musim 2026/2027, siap kembali menyapa para pecinta sepak bola tanah air. Setelah sempat memasuki masa jeda panjang selama tiga pekan akibat agenda FIFA Matchday, tensi persaingan di papan klasemen dipastikan akan semakin memanas. Salah satu laga yang paling dinantikan adalah pertemuan antara PSS Sleman melawan PSM Makassar yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Minggu (11/10/2026) sore WIB.

Bagi PSS Sleman, kembalinya kompetisi ini bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan sebuah misi penyelamatan harga diri. Tim berjuluk Super Elja ini tengah berada dalam situasi yang cukup pelik. Mengawali musim dengan tren negatif, PSS harus menelan tiga kekalahan beruntun dari Bali United, Madura United, dan Dewa United. Rentetan hasil buruk tersebut membuat posisi mereka terperosok ke peringkat ke-15 klasemen sementara, hanya terpaut satu angka dari zona degradasi yang sangat berbahaya.

Misi Bangkit PSS Sleman Hadapi PSM
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Kondisi ini diperumit dengan waktu persiapan yang sangat terbatas. Pasca jeda FIFA Matchday yang diwarnai euforia kemenangan Timnas Indonesia di ajang ASEAN Cup 2026, PSS hanya memiliki waktu kurang dari sepekan untuk memulihkan kondisi fisik dan ritme permainan para pemainnya. Menemukan kembali sentuhan magis di lapangan hijau menjadi tantangan besar bagi jajaran pelatih.

Pelatih anyar PSS Sleman, Pieter Huistra, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin timnya terbebani oleh tekanan posisi di klasemen. Alih-alih mencemaskan nasib di akhir musim, pelatih asal Belanda tersebut memilih untuk menerapkan strategi "langkah demi langkah". Fokus utama tim saat ini adalah memenangkan pertandingan terdekat guna memutus rantai kekalahan.

"Untuk saat ini, kami hanya melihat satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Kami selalu berusaha memenangkan laga berikutnya. Itulah fokus utama kami," tegas Huistra dalam keterangannya.

Huistra menyadari bahwa tiga lawan yang dihadapi PSS di awal musim merupakan tim-tim dengan kualitas yang sangat tangguh. Oleh karena itu, ia menuntut para pemainnya untuk lebih klinis dan efektif dalam memanfaatkan peluang, terutama saat menghadapi lawan yang secara teori lebih bisa dikendalikan. Ia menekankan bahwa setiap laga harus dipandang sebagai kesempatan emas untuk mengamankan poin penuh.

Lebih lanjut, Huistra berpendapat bahwa memikirkan target jangka panjang secara berlebihan justru dapat menguras energi mental para pemain. Baginya, kekuatan tim terletak pada kemampuan mereka mengeksekusi rencana di setiap pertandingan yang ada di depan mata.

"Jika kita terlalu jauh melihat ke depan, itu tidak akan memberikan kekuatan atau energi tambahan. Satu-satunya hal yang bisa kami kendalikan adalah tindakan kami pada pertandingan berikutnya," tambah Huistra.

Kini, bola panas ada di tangan para pemain PSS Sleman. Evaluasi mendalam terhadap kesalahan-kesalahan fatal di laga sebelumnya harus segera dibenahi. Pertandingan kontra PSM Makassar akan menjadi ujian pembuktian, apakah strategi "fokus satu laga" yang diusung Huistra mampu menjadi titik balik kebangkitan Super Elja di BRI Super League musim ini.

Related Post