portalbatang.id – Laskar Tambun Bungai harus menerima kenyataan pahit dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2026/2027. Menjamu tim tangguh Persebaya Surabaya di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Jumat (9/10/2026) malam WIB, Isenmulang FC gagal meraih poin dan harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor tipis 0-1.
Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut akhirnya ditentukan oleh satu momen krusial. Persebaya Surabaya berhasil memecah kebuntuan melalui eksekusi penalti yang sangat tenang oleh pemain mereka, Alex. Gol tersebut tercipta sesaat sebelum babak pertama berakhir, yang sekaligus menjadi pembeda dalam laga ini.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tim asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah tersebut. Isenmulang FC kini mencatatkan empat kekalahan beruntun tanpa satu pun poin yang berhasil dikantongi. Sebelumnya, tim promosi asuhan Mundari Karya ini juga telah menelan kekalahan dari Arema FC, Bali United, dan Bhayangkara FC. Kondisi ini membuat posisi mereka semakin terpuruk di dasar klasemen sementara.
Also Read
Ada hal menarik yang melatarbelakangi kondisi Isenmulang FC musim ini. Hingga saat ini, mereka belum bisa memainkan laga kandang di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya. Hal ini disebabkan oleh situasi darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan, sehingga penggunaan stadion di sana belum memungkinkan untuk kompetisi profesional.
Meski hasil akhir mengecewakan, pelatih Isenmulang FC, Mundari Karya, justru memberikan apresiasi kepada anak asuhnya. Ia melihat adanya perkembangan positif dalam mentalitas bertanding para pemain dibandingkan laga-laga sebelumnya. Menurutnya, ada semangat yang berbeda yang ditunjukkan oleh Kenji Nishioka dan kawan-kawan dalam upaya mengejar kemenangan.
"Menurut saya ini pertandingan yang cukup bagus. Jika dibandingkan dengan tiga laga sebelumnya, hari ini ada perbedaan nyata. Para pemain menunjukkan tekad kuat untuk bermain baik dan terus berupaya mencetak gol," ujar Mundari Karya dengan nada optimis meski timnya kalah.
Namun, sebagai pelatih profesional, Mundari tidak menutup mata terhadap kekurangan timnya. Ia memberikan dua catatan evaluasi besar yang harus segera dibenahi jika ingin keluar dari zona merah. Pertama adalah masalah transisi pertahanan saat menghadapi serangan balik lawan. Kedua, dan yang paling krusial, adalah masalah penyelesaian akhir atau finishing.
Mundari menjelaskan bahwa timnya sebenarnya telah berlatih keras untuk memperkuat skema serangan balik dalam dua pekan terakhir. Namun, strategi tersebut sulit berjalan maksimal karena Persebaya mampu mengantisipasi pergerakan pemainnya dengan sangat baik.
"Kami sudah banyak bekerja di sektor penyerangan, terutama saat melakukan counter attack. Hari ini kami ingin menguji hal itu, namun Persebaya sangat sigap mengantisipasi, sehingga peluang kami sedikit terbatas," tambahnya.
Ia menutup sesi evaluasi dengan menegaskan bahwa ketajaman di depan gawang menjadi pekerjaan rumah utama. "Salah satu kelemahan pemain kami adalah finishing. Penyelesaian akhir menjadi catatan besar yang harus segera kami perbaiki," pungkasnya.




