Satgas Bobotoh Jaga Keamanan Persib

Author Image

Dewi Laksmi

11 Oktober 2026, 21:39 WIB

portalbatang.id – Upaya menciptakan atmosfer sepak bola yang aman dan damai kini memasuki babak baru di Jawa Barat. Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Tri Suhartanto, secara resmi mengambil langkah strategis dengan merangkul para suporter melalui pembentukan Satgas Bobotoh. Langkah ini diambil guna memastikan setiap pertandingan yang melibatkan Persib Bandung dapat berjalan dengan kondusif, baik di dalam maupun di luar area stadion.

Pembentukan Satgas Bobotoh ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah upaya nyata untuk menjadikan suporter sebagai mitra strategis kepolisian. Satgas ini akan diterjunkan langsung di tribun-tribun Stadion Si Jalak Harupat, terutama pada laga krusial pekan keempat BRI Super League 2026/2027 yang mempertemukan Persib Bandung melawan Dewa United pada Minggu (11/10/2026) malam WIB.

Satgas Bobotoh Jaga Keamanan Persib
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Kombes Pol. Tri Suhartanto menekankan bahwa peran suporter jauh lebih besar daripada sekadar menyanyikan lagu penyemangat di tribun. Menurutnya, Bobotoh memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga harkat, martabat, serta nama baik klub kebanggaan mereka. Ia mengingatkan bahwa perilaku negatif dari segelintir oknum dapat berdampak fatal bagi seluruh anggota komunitas dan klub.

"Jangan sampai hanya karena kesalahan satu orang, klub yang didukung justru harus menanggung denda atau sanksi yang merugikan," tegas Tri Suhartanto. Ia berharap setiap individu suporter mampu mengendalikan diri agar tidak memicu kericuhan yang merusak citra tim.

Lebih lanjut, Tri mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap stigma negatif masyarakat yang sering kali merasa cemas setiap kali ada pertandingan sepak bola. Ia ingin mengubah persepsi tersebut. Melalui kehadiran Satgas Bobotoh, kepolisian ingin membuktikan bahwa suporter mampu menjadi tuan rumah yang santun dan mampu menjaga ketertiban secara mandiri.

Satgas ini juga dirancang sebagai jembatan komunikasi. Dengan melibatkan berbagai kelompok suporter seperti Viking, Bobotoh, Boboko, hingga Bomber, diharapkan tercipta kesadaran kolektif. Jika ditemukan adanya potensi gangguan keamanan, anggota satgas dapat memberikan teguran secara persuasif kepada sesama suporter sebelum masalah tersebut membesar. Jika teguran tidak diindahkan, barulah informasi tersebut diteruskan kepada petugas keamanan untuk penanganan lebih lanjut.

Untuk mendukung pengamanan maksimal di Stadion Si Jalak Harupat, Polresta Bandung telah menyiagakan lebih dari 1.174 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri. Tri menegaskan bahwa kepolisian tidak akan pernah menganggap remeh setiap laga yang digelar, terlepas dari siapa lawan yang dihadapi.

"Kami akan tetap all-out dalam melakukan pengamanan. Apa pun pertandingannya, kami akan menurunkan personel secara maksimal demi kenyamanan semua pihak," pungkasnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu hadir ke stadion dan menikmati pertandingan dengan perasaan tenang.

Related Post