Drama di Stadion Surajaya

Author Image

Dewi Laksmi

11 Oktober 2026, 23:06 WIB

portalbatang.id – Pertandingan panas antar sesama klub Jawa Timur tersaji dalam lanjutan pekan kelima Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027. Bertanding di Stadion Surajaya, Lamongan, pada Minggu (11/10/2026) sore, Persela Lamongan harus puas berbagi angka dengan Deltras FC setelah laga berakhir dengan skor imbang 1-1.

Duel ini menjadi sorotan karena kedua tim datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Sebelum laga ini dimulai, baik Persela maupun Deltras sama-sama menyandang status sebagai tim yang selalu menang dalam empat pertandingan sebelumnya. Namun, hasil imbang ini justru merusak catatan kemenangan beruntun kedua tim.

Drama di Stadion Surajaya
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Persela sebenarnya sempat memegang kendali permainan dan unggul lebih dulu. Keunggulan tersebut lahir melalui eksekusi penalti yang dingin dari Juninho Cabral pada menit ke-53. Gol tersebut sempat membuat publik tuan rumah optimis akan mengamankan tiga poin penuh di kandang sendiri.

Namun, drama sesungguhnya terjadi ketika Deltras FC terpaksa bermain dengan 10 orang sejak menit ke-37. Pemain mereka, Ananta Krisna, harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah langsung. Meski kalah jumlah pemain, tim berjuluk The Lobsters ini justru menunjukkan mentalitas baja. Mereka mampu meredam tekanan tuan rumah dan tetap tampil disiplin di lini pertahanan.

Keajaiban bagi Deltras terjadi di penghujung laga. Pada menit ke-88, Achmad Dwi melepaskan sepakan jarak jauh yang spektakuler dan berhasil membobol gawang Persela. Gol ini tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga merusak rekor clean sheet Persela yang sebelumnya tak terkalahkan selama empat laga beruntun.

Pelatih Deltras, Leonard Tupahamu, mengaku sangat bangga dengan perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, bermain dengan 10 orang di bawah tekanan tinggi bukanlah perkara mudah. Ia menyebut strategi bertahan dan serangan balik cepat adalah pilihan paling logis untuk meredam agresivitas Persela.

Di sisi lain, pelatih Persela, Bima Sakti, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya. Meski timnya mendominasi dengan total 16 tembakan, Persela gagal mengonversi peluang menjadi gol tambahan. Bima Sakti menyebut hasil ini sebagai pengingat bahwa timnya bukanlah tim yang sempurna. Ia meminta maaf kepada seluruh pendukung Persela atas kegagalan meraih kemenangan di kandang sendiri.

Hasil imbang ini berdampak langsung pada posisi klasemen. Persela gagal merangkak naik ke puncak klasemen dan kini mengoleksi 12 poin. Sementara itu, Deltras FC tetap kokoh bertengger di puncak klasemen dengan raihan 13 poin, membuktikan bahwa kualitas permainan mereka tetap konsisten meski dalam kondisi kekurangan pemain.

Related Post