portalbatang.id – Nasib malang terus membayangi Persijap Jepara dalam perhelatan BRI Super League musim 2026/2027. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini kembali mencatatkan hasil minor setelah harus menyerah dalam laga tandang melawan Dewa United pada pekan keenam kompetisi, Selasa (20/10/2026). Kekalahan ini semakin memperpanjang rentetan hasil buruk yang membuat posisi mereka kian terpuruk di papan bawah.
Bertanding di Banten International Stadium, Persijap sebenarnya mampu memberikan perlawanan yang cukup alot. Sepanjang jalannya pertandingan, barisan pertahanan mereka terlihat disiplin dalam meredam agresivitas serangan dari tim tuan rumah, Dewa United. Namun, konsentrasi yang pecah di menit-menit krusial menjadi bumerang bagi tim tamu.

Kebobolan pertama terjadi pada menit ke-79 melalui aksi Nick Kuipers yang berhasil membongkar pertahanan Persijap. Alih-alih mampu bangkit, Persijap justru harus menerima pukulan telak di masa injury time. Pedro Augusto Cabral menyempurnakan keunggulan Dewa United menjadi 2-0 pada menit ke-90+2, sekaligus memastikan kemenangan bagi tuan rumah.
Also Read
Caretaker pelatih Persijap, Antonio Claudio, mengakui bahwa menghadapi Dewa United bukanlah perkara mudah. Ia menyebut timnya sudah mengantisipasi kesulitan tersebut mengingat kualitas lawan yang sangat kompetitif dan memiliki catatan tak terkalahkan musim ini.
"Kami datang ke sini dengan misi utama untuk mencuri poin. Kami sudah berjuang habis-habisan agar setidaknya bisa membawa pulang satu poin, namun sayangnya target tersebut belum bisa kami wujudkan. Meski begitu, ini bukanlah akhir dari segalanya," ujar pelatih asal Brasil tersebut dengan nada optimis meski hasil berkata lain.
Claudio menegaskan bahwa timnya akan segera melakukan evaluasi total melalui sesi latihan guna memperbaiki performa di laga mendatang. Baginya, poin sangat krusial untuk menyelamatkan tim dari zona degradasi.
Senada dengan pelatih, pemain Persijap, Ambrizal Umanailo, menyatakan rasa bangganya atas dedikasi seluruh penggawa di lapangan. Menurut pemain berusia 30 tahun tersebut, perbedaan kualitas materi pemain menjadi tantangan besar yang harus mereka hadapi.
"Saya bangga dengan perjuangan teman-teman. Kita tahu Dewa United adalah tim yang sangat kuat. Kami sebenarnya mampu bertahan hingga menit ke-78, namun dalam sepak bola, segala sesuatu bisa berubah dalam sekejap. Kami akan terus berbenah," tutur Ambrizal.
Kekalahan ini membuat statistik Persijap semakin mengkhawatirkan. Dari enam pertandingan yang telah dijalani, mereka belum mampu mengamankan satu poin pun. Selain itu, Laskar Kalinyamat juga memegang rekor negatif sebagai tim dengan pertahanan terburuk setelah kebobolan 14 gol, serta menjadi tim dengan produktivitas gol terendah yang baru mencetak dua gol sepanjang musim.




