Strategi Jitu Singo Edan Bungkam Dewa United

Author Image

Dewi Laksmi

25 Oktober 2026, 23:39 WIB

portalbatang.id – Stadion Kanjuruhan kembali menjadi saksi bisu keperkasaan Arema FC dalam lanjutan kompetisi BRI Super League. Menjamu tim kuat Dewa United, skuad berjuluk Singo Edan tersebut berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan melalui strategi rotasi pemain yang sangat cerdik. Kemenangan ini tidak hanya menjadi tambahan poin krusial, tetapi juga membuktikan kedalaman skuad yang dimiliki oleh tim kebanggaan Malang tersebut.

Langkah berani diambil oleh jajaran pelatih Arema FC dengan melakukan perombakan besar pada komposisi pemain inti atau starting eleven. Beberapa nama yang biasanya menjadi pilar utama di lapangan justru harus rela duduk di bangku cadangan. Nama-nama seperti Ahmad Alfarizi, Walisson Maia, hingga penjaga gawang Adi Satryo tidak terlihat dalam daftar pemain utama yang turun sejak peluit pertama dibunyikan.

Strategi Jitu Singo Edan Bungkam Dewa United
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Keputusan rotasi ini bukan tanpa alasan yang kuat. Pihak manajemen dan tim pelatih menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga kebugaran pemain. Ahmad Alfarizi, misalnya, dinilai telah memberikan kontribusi yang sangat besar sejak awal musim, sehingga ia memerlukan waktu istirahat untuk memulihkan tenaga. Sementara itu, absennya Walisson Maia disebabkan oleh kendala cedera ringan yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif agar tidak menjadi cedera jangka panjang.

Meski melakukan rotasi, Arema FC tetap tampil dominan dengan menunjuk Arkhan Fikri sebagai kapten tim sejak menit awal. Kehadiran Arkhan di lini tengah menjadi motor penggerak yang menjaga stabilitas permainan Singo Edan.

Secara taktis, Arema FC menerapkan skema permainan yang sangat disiplin. Alih-alih memaksakan penguasaan bola sejak awal, mereka memilih untuk bermain lebih sabar dengan membiarkan Dewa United menguasai ritme permainan terlebih dahulu. Strategi ini terbukti sangat efektif. Tanpa mengandalkan striker murni di babak pertama, Arema justru tampil sangat berbahaya melalui skema serangan balik cepat yang kerap mengejutkan pertahanan lawan.

Efektivitas strategi ini mencapai puncaknya pada babak kedua. Pelatih Arema FC melakukan perubahan taktik dengan memasukkan dua striker murni, yakni Mauro Zijlstra dan Samuel Otusanya. Perubahan ini memberikan dampak instan yang luar biasa. Lini pertahanan Dewa United tampak kewalahan menghadapi tekanan fisik dan kecepatan kedua pemain baru tersebut. Akibatnya, Arema FC berhasil mencetak tiga gol tambahan yang memastikan kemenangan telak mereka.

Pelatih Arema FC mengungkapkan kepuasannya atas performa anak asuhnya. Ia menjelaskan bahwa skema permainan ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari persiapan matang selama sesi latihan. Ia menekankan bahwa kunci kemenangan ini adalah kesabaran dan kontribusi kolektif dari seluruh pemain, baik mereka yang bermain penuh selama 90 menit maupun pemain pengganti yang masuk di menit-menit akhir. Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Arema FC siap bersaing di papan atas musim ini.

Related Post