portalbatang.id – Perjuangan Timnas Indonesia U-15 di ajang bergengsi Piala Dunia U-15 2026 harus berakhir dengan catatan yang kurang memuaskan. Dalam laga perebutan peringkat ke-69 hingga ke-72 pada Tier C, skuad Garuda Muda harus mengakui keunggulan tim kuat asal Eropa, Prancis U-15. Bertanding di Lapangan 9B, Kompleks Kompetisi Hovsan, Baku, Azerbaijan, pada Kamis (29/10/2026) malam WIB, Indonesia tampil kesulitan membendung agresivitas lawan.
Pertandingan tersebut berakhir dengan skor telak 1-5 untuk kemenangan Prancis. Meski sempat memberikan perlawanan, koordinasi lini pertahanan Indonesia yang digembleng oleh pelatih Furqon Alkatiri tampak kewalahan menghadapi kecepatan dan efektivitas serangan pemain Prancis. Kekalahan ini memaksa Indonesia harus turun kasta ke pertandingan klasifikasi terakhir untuk menentukan posisi akhir mereka di turnamen ini.

Berdasarkan hasil tersebut, Indonesia dijadwalkan akan menghadapi Timnas Benin U-15 pada Jumat (29/10/2026) sore WIB. Pertandingan ini akan digelar di Lapangan 9A, Kompleks Kompetisi Hovsan, dengan misi memperebutkan peringkat ke-71 di Tier C. Laga melawan Benin ini sekaligus akan menjadi partai penutup bagi kedua tim dalam perjalanan mereka di Piala Dunia U-15 2026.
Also Read
Jika menengok ke belakang, perjalanan Garuda Muda di turnamen ini sebenarnya menunjukkan dinamika yang luar biasa. Indonesia telah melakoni sembilan pertandingan dengan berbagai hasil yang emosional. Pada fase grup G, Indonesia sempat menunjukkan taringnya dengan melumat Fiji U-15 dengan skor mencolok 5-1. Namun, perjalanan tidak selalu mulus; kekalahan 0-3 dari Wales dan hasil imbang 1-1 melawan Bangladesh sempat membuat langkah mereka tersendat.
Kebangkitan sempat terjadi saat Indonesia berhasil menaklukkan Burundi U-15 dengan skor telak 6-1 di laga penutup penyisihan grup. Momentum positif ini membawa mereka melaju ke fase gugur dan masuk ke Tier C untuk memperebutkan peringkat 65 hingga 96. Salah satu momen paling dramatis terjadi di babak 32 besar, di mana Indonesia berhasil melaju ke babak berikutnya setelah memenangkan adu penalti yang menegangkan melawan Moldova setelah bermain imbang 3-3.
Keberhasilan menembus babak 16 besar juga sempat membanggakan setelah Indonesia mengalahkan Panama U-15 dengan skor 5-3. Sayangnya, mimpi untuk melangkah lebih jauh harus kandas di babak perempat final setelah mereka dihajar oleh Timnas Luksemburg U-16 dengan skor 1-6. Meski hasil akhir di Baku tidak sesuai harapan, pengalaman bertanding melawan tim-tim kelas dunia diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi perkembangan sepak bola usia dini di tanah air.




