portalbatang.id – Dunia sepak bola tanah air tengah dihebohkan dengan kabar absennya Timnas Indonesia dalam agenda FIFA Matchday pada November 2026. Di balik keputusan yang terkesan mendadak tersebut, tersimpan sebuah kronologi panjang yang melibatkan faktor keamanan internasional hingga kendala teknis dalam mencari lawan uji coba.
Bek andalan Persija Jakarta sekaligus pilar pertahanan Skuad Garuda, Rizky Ridho, akhirnya buka suara mengenai situasi yang terjadi di internal tim. Menurut Ridho, keputusan ini tidak diambil secara sepihak, melainkan hasil dari diskusi mendalam antara pemain dan tim pelatih.

Kekhawatiran Pemain Terkait Situasi Timur Tengah
Also Read
Ridho mengungkapkan bahwa para pemain memiliki sebuah kelompok kepemimpinan (leadership group) yang terdiri dari tujuh orang untuk mendiskusikan berbagai isu penting terkait tim nasional. Salah satu isu krusial yang muncul adalah rencana uji coba melawan Yordania di Amman pada 13 November 2026.
Rencana tersebut menemui jalan buntu karena mayoritas pemain merasa tidak nyaman untuk bertandang ke wilayah tersebut. Ketidakpastian keamanan di kawasan Timur Tengah menjadi alasan utama. Para pemain mengaku sangat memperhatikan perkembangan berita global, terutama mengenai ketegangan di wilayah sekitar yang melibatkan konflik bersenjata.
"Banyak pemain yang kurang bersedia bermain di sana karena pertandingan akan berlangsung di Amman. Mereka melihat sendiri situasi di wilayah tersebut dan mengikuti berita mengenai konflik yang sedang memanas," ujar Ridho saat ditemui usai laga Persija melawan Persebaya di Jakarta International Stadium (JIS).
Kegagalan Skenario Siprus dan Turki
Ketidakpastian ini sempat memicu tim pelatih di bawah asuhan John Herdman untuk mencari jalan tengah. Salah satu skenario yang sempat disusun adalah melakukan pemusatan latihan (TC) di Siprus. Dalam rencana tersebut, Timnas Indonesia dijadwalkan hanya singgah di Yordania selama 24 jam, sebelum terbang ke Siprus untuk menghadapi Kuwait.
Namun, rencana tersebut kembali kandas. Ridho menjelaskan bahwa kendala muncul dari pihak lawan. "Sepertinya Kuwait tidak bersedia untuk bermain di Siprus, sehingga rencana tersebut tidak bisa terlaksana," tambahnya.
Upaya pencarian lawan tidak berhenti di situ. Timnas Indonesia bahkan sempat mempertimbangkan untuk melakukan uji coba di Turki. Meski informasi mengenai rencana ke Turki sudah beredar, hingga detik terakhir belum ada kesepakatan mengenai siapa lawan yang akan dihadapi oleh Skuad Garuda.
Solusi Akhir: Pemusatan Latihan di Bali
Karena sulitnya mendapatkan lawan tanding yang sesuai dengan standar dan faktor keamanan yang terjamin, akhirnya diputuskan bahwa Timnas Indonesia tidak akan menjalani pertandingan resmi pada FIFA Matchday kali ini. Sebagai gantinya, tim akan menjalani pemusatan latihan di Bali selama satu pekan.
Ridho meminta seluruh pendukung Timnas Indonesia untuk memahami situasi sulit yang sedang dihadapi federasi dan tim pelatih. Ia menegaskan bahwa pihak manajemen telah berupaya keras untuk mendapatkan lawan tanding, namun faktor eksternal yang tidak bisa dikendalikan menjadi penghambat utama.
"Mohon dipahami karena mereka sudah berusaha keras. Mungkin pemusatan latihan di Bali ini menjadi solusi agar kami bisa semakin solid dan menjaga keakraban antar pemain," pungkas Ridho. Melalui langkah ini, diharapkan intensitas latihan pemain tetap terjaga meskipun tanpa laga uji coba internasional.




