portalbatang.id – Nasib buruk seolah terus membayangi Persijap Jepara dalam mengarungi kompetisi BRI Super League musim 2026/2027. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini kembali harus menelan pil pahit setelah dipaksa menyerah dalam laga kandang yang penuh drama melawan Garudayaksa FC pada Sabtu (7/11/2026) malam WIB.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Persijap sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit. Namun, ketidakmampuan menjaga konsentrasi di lini pertahanan membuat mereka harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor tipis 1-2.

Pertandingan berjalan sangat intens sejak peluit pertama dibunyikan. Garudayaksa FC berhasil memecah kebuntuan di penghujung babak pertama melalui aksi Jairo Jean pada menit ke-45. Tertinggal satu gol, Persijap mencoba bangkit di babak kedua dengan meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil lewat gol Weyderson dos Santos pada menit ke-85 yang sempat membuat stadion bergemuruh karena skor imbang.
Also Read
Sayangnya, kegembiraan pendukung tuan rumah hanya bertahan sekejap. Di masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+2, Brian Rubio mencetak gol kemenangan bagi Garudayaksa FC. Kekalahan dramatis ini menjadi pukulan telak bagi mentalitas para pemain Persijap.
Pelatih Persijap, Juan Cortes, mengungkapkan rasa kecewanya usai laga berakhir. Menurutnya, kedua tim sebenarnya bermain dengan gaya menyerang yang sangat terbuka. Namun, ia menyoroti kelemahan fatal anak asuhnya dalam aspek transisi dan efektivitas serangan.
"Sepanjang pertandingan, kedua tim sama-sama bermain menyerang. Namun, kami kembali gagal meraih hasil maksimal. Inilah realita sepak bola; ketika kita tidak solid dalam bertahan dan tidak efisien dalam memanfaatkan peluang, hasil buruk seperti ini akan terjadi," ujar Cortes dengan nada lesu.
Kekalahan ini semakin memperpanjang tren negatif Persijap di musim ini. Dari sembilan pertandingan yang telah dijalani, tim asuhan Sendri Johansyah dkk tersebut belum mampu mencicipi kemenangan satu kali pun. Catatan mereka sejauh ini sangat memprihatinkan, yakni hanya mengantongi dua poin dari dua hasil imbang dan tujuh kekalahan. Posisi Persijap pun kini tertahan di dasar klasemen sementara.
Cortes tidak menampik bahwa akar permasalahan tim terletak pada persiapan musim ini yang sangat tidak ideal. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan persiapan serta banyaknya pemain kunci yang harus absen akibat cedera menjadi faktor utama yang mengganggu stabilitas tim.
"Sejak awal, persiapan kami memang terlambat. Ditambah lagi adanya bongkar pasang pemain karena faktor cedera yang cukup masif. Kami sangat memahami tuntutan suporter, namun kami juga ingin menang. Kami semua merasa sedih, tapi kami harus tetap menatap ke depan dan terus berbenah," pungkasnya.




