portalbatang.id – Teka-teki di balik perbedaan perlakuan penggunaan stadion antara Persija Jakarta dan Persib Bandung akhirnya terkuak. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, angkat bicara mengenai alasan Persija diizinkan memakai Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk menjamu Persib pada 12 September 2026, sementara Persib sebelumnya tak bisa menggunakan Stadion Si Jalak Harupat (SJH) saat melawan PSM Makassar pada 6 September 2026. Padahal, kedua stadion tersebut sama-sama akan menjadi tuan rumah ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026.
Keputusan ini sempat memicu tanda tanya besar di kalangan publik dan pencinta sepak bola nasional. Bagaimana mungkin dua stadion yang ditunjuk untuk event internasional yang sama, FIFA ASEAN Cup 2026 (berlangsung 24 September – 4 Oktober), memiliki kebijakan penggunaan yang berbeda dalam rentang waktu yang berdekatan? SUGBK dijadwalkan menjadi lokasi mayoritas laga Grup A, sementara SJH akan menggelar pertandingan Grup B.

Yunus Nusi menjelaskan, inti perbedaannya terletak pada kondisi dan metode pemeliharaan rumput di masing-masing stadion. Menurutnya, SUGBK memiliki sistem perawatan yang memungkinkan lapangan siap digunakan secara berkala tanpa mengganggu persiapan turnamen internasional. "Kalau lapangan dan rumput SUGBK, setiap tiga atau lima hari bisa digunakan karena rumputnya sudah standby untuk setiap pertandingan," terang Yunus Nusi.
Also Read
Situasi di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, justru sebaliknya. Arena kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu tengah menjalani perbaikan besar-besaran dan harus disterilkan jauh sebelum tanggal pertandingan Persib. "Kalau SJH, sebelum 6 September kemarin rumputnya sudah dicabut dan tanahnya sudah dibongkar untuk persiapan pekerjaan selanjutnya dalam rangka menyambut 25 September," ungkap Yunus Nusi. Ia menambahkan, jadwal pembongkaran rumput bahkan sudah dilakukan pada tanggal 3 atau 5 September.
PSSI mengimbau publik agar tidak membanding-bandingkan kondisi kedua stadion secara langsung. Jadwal pemeliharaan yang ketat dari pihak vendor membuat SJH sama sekali tidak bisa dipakai pada tanggal 6 September. "Makanya kita tidak bisa bedakan antara lapangan dan rumput SUGBK dengan SJH. Sebab SJH memang sangat membutuhkan perawatan dan tidak bisa digunakan pada 6 September itu. Vendornya sudah membuat jadwal," tegas Yunus Nusi. Ia juga menyayangkan jadwal dan program pekerjaan rumput SJH yang memang tidak bisa lagi diubah, sehingga Persib tidak dapat menggunakan stadion tersebut.




