portalbatang.id – Timnas Indonesia bersiap menghadapi tantangan berat sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026, yang akan bergulir mulai 24 September hingga 4 Oktober. Tergabung di Grup A Premier Division bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, skuad Garuda wajib mewaspadai kejutan, terutama dari Bangladesh yang datang menggantikan India. Meski sebagian besar skuad mereka berasal dari liga domestik di bawah arahan pelatih kepala Thomas Dooley, kekuatan Bengal Tigers diprediksi akan meningkat drastis dengan kehadiran sejumlah pemain abroad yang berkarier di liga-liga top dunia.
Keberadaan para pemain yang merumput di luar negeri ini menjadi kartu truf Bangladesh untuk menggebrak persaingan. Berikut adalah deretan bintang abroad Bangladesh yang patut diwaspadai Timnas Indonesia di ajang bergengsi tersebut:

Hamza Chowdhury (Sheffield United)
Nama ini menjadi yang paling mencolok. Hamza Chowdhury adalah gelandang bertahan andalan Bangladesh yang kini membela klub legendaris Inggris, Sheffield United, di Divisi Championship. Pengalamannya di sepak bola Inggris tidak main-main, pernah berseragam Watford dan Leicester City. Musim ini, Hamza menjadi pemain reguler di starting XI Sheffield United, tampil di tiga laga Championship dan satu pertandingan Carabao Cup. Bersama Timnas Bangladesh, ia debut pada 25 Maret 2025, mencatatkan 10 penampilan dan empat gol, menjadikannya ancaman serius di lini tengah.
Also Read
Shamit Shome (New York Cosmos)
Selanjutnya ada Shamit Shome, gelandang yang lahir dan besar di Kanada. Karier sepak bolanya banyak dihabiskan di Amerika Utara, bermain untuk klub-klub Kanada dan Amerika Serikat, sebelum kini menjadi bagian permanen dari tim New York Cosmos di USL League One. Musim ini, ia sudah bermain tiga kali dan mengukir dua assist. Untuk timnas, Shamit debut pada 10 Juni 2025, mengoleksi delapan caps dan satu gol.
Tariq Kazi (Paro FC)
Di lini belakang, Bangladesh memiliki Tariq Kazi, bek tengah berusia 25 tahun yang bermain untuk Paro FC di Liga Bhutan. Tariq adalah pilar penting, baik di klub maupun timnas. Ia termasuk pemain senior di Timnas Bangladesh, debut pada 3 Juni 2021, dan telah memainkan 38 laga dengan torehan dua gol. Konsistensinya di Paro FC musim ini dengan 11 penampilan menunjukkan kematangannya.
Zayan Ahmed (Rimal Al-Sahra)
Posisi bek kiri diisi oleh Zayan Ahmed, pemain berusia 22 tahun yang mulai menembus tim utama Bangladesh. Lahir di Amerika Serikat, Zayan menghabiskan karier profesionalnya di klub-klub AS seperti Loudoun SC, Virginia Tech, dan GM Patriots, sebelum kini bermain untuk Rimal Al-Sahra di Liga Uni Emirat Arab (UEA). Meski baru debut kurang dari setahun lalu, ia sudah mengemas tujuh penampilan untuk Timnas Bangladesh.
Fahamedul Islam (Tanpa Klub)
Terakhir adalah Fahamedul Islam, pemain sayap kiri berusia 20 tahun yang berpotensi menjadi kejutan. Meskipun saat ini belum memiliki klub setelah kontraknya dengan Olbia di Italia habis Juni lalu, latar belakangnya patut diperhitungkan. Lahir di Bangladesh namun lama tinggal di Italia, Fahamedul menimba ilmu di akademi Spezia dan Sampdoria, serta pernah bermain untuk Ligorna, Livorno, dan Olbia di Serie D. Ia telah mengukir tujuh pertandingan bersama Bengal Tigers sejak debutnya pada 4 Juni 2025.
Kehadiran para pemain abroad ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi Timnas Indonesia dan kontestan Grup A lainnya. Pelatih Thomas Dooley kini memiliki amunisi tambahan yang siap memberikan perlawanan sengit. Kesiapan skuad Garuda untuk menghadapi kombinasi pemain domestik dan bintang-bintang dari luar negeri ini akan menjadi kunci dalam perjalanan mereka di FIFA ASEAN Cup 2026.




