portalbatang.id – Lini pertahanan Java United menjadi sorotan tajam setelah tim berjuluk Laskar Kepodang Emas itu tumbang 2-3 dari Persita Tangerang pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Pelatih Fabio Lefundes mengakui adanya celah yang mudah ditembus lawan dan berjanji segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengatasi masalah tersebut.
Fabio Lefundes secara spesifik menyoroti betapa mudahnya ancaman datang dari sektor sayap yang berujung pada kebobolan di dalam kotak penalti. Menurutnya, tim pelatih sebenarnya sudah menyadari kebocoran di area tersebut saat laga berlangsung dan mencoba melakukan penyesuaian taktik. Namun, langkah tersebut justru memunculkan lubang baru di area krusial lainnya.

"Jadi, hal itu terjadi dengan sangat alami, kami harus berhati-hati. Ketika kami melakukan evaluasi ini. Justru evaluasi inilah yang saya buat, bahwa bola masuk dengan sangat mudah dari sisi sayap dan kami mencoba menyesuaikan masuknya bola ini," kata Lefundes, Selasa (15/9/2026). "Hanya saja, kami ini seperti selimut yang pendek, kan? Saya menutup satu sisi dan terbuka di sisi yang lain. Dan kami kebobolan dua gol dari duel di dalam area kotak penalti kami sendiri."
Also Read
Meski dihadapkan pada situasi yang tidak ideal, Lefundes tak ingin panik. Ia menegaskan bahwa proses evaluasi di dalam skuadnya tidak pernah berhenti, terlepas dari hasil akhir sebuah pertandingan. "Dan begitulah, evaluasi dilakukan setiap saat. Bukan hanya ketika menang, bukan hanya ketika kalah. Evaluasi dilakukan setiap saat. Dan kami baru saja memulai sekarang," ujarnya.
Pelatih berusia 42 tahun itu menjelaskan bahwa timnya masih berada dalam fase transisi yang membutuhkan banyak penyesuaian taktik. Namun, ia melihat ada sisi positif, yakni skuadnya sebenarnya mampu menciptakan banyak peluang. Tantangan terbesarnya saat ini adalah membangun soliditas saat bertahan. "Sejujurnya, lebih mudah mengajari seseorang untuk bertahan daripada menyerang, dan kami (mampu) menciptakan banyak peluang," tambah eks pelatih Borneo FC tersebut.
Sebagai langkah perbaikan ke depan, Lefundes menekankan pentingnya mentalitas bertarung di lapangan. Ia ingin para pemain Java United memiliki daya juang tinggi dan tidak mudah goyah ketika terus-menerus digempur oleh tim lawan. "Terkadang kami harus mengajari, menanamkan di kepala pemain bahwa suatu saat dia perlu tahu bahwa dia harus menderita, dan bagaimana yang harus dia lakukan ketika sedang menderita. Tapi kami akan berhasil, kami akan memperbaikinya," jelasnya optimistis.
Seiring berjalannya waktu dan bergulirnya kompetisi BRI Super League 2026/2027, Fabio Lefundes yakin Laskar Kepodang Emas bakal berhasil memperbaiki kekurangannya di awal musim ini. Saat ini, Java United masih terdampar di peringkat ke-17 klasemen sementara. Dari dua pertandingan, mereka baru mengumpulkan satu poin, bahkan tercatat memiliki poin -1 akibat sanksi pengurangan poin di awal musim. Perbaikan lini belakang menjadi pekerjaan rumah utama bagi Lefundes dan staf pelatih.




