portalbatang.id – Stadion Segiri Samarinda kembali menjadi saksi bisu kekalahan Borneo FC. Pesut Etam harus mengakui keunggulan Dewa United dengan skor telak 1-3 pada Rabu (16/9/2026) sore WIB, sebuah hasil yang membuat pelatih Mauro Jeronimo tak habis pikir dan sulit menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Ini adalah kekalahan kandang kedua beruntun bagi Borneo FC di ajang Super League 2026/2027, setelah sebelumnya takluk dari Persija di laga pembuka.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi, di mana Dewa United, yang diasuh Osmar Loss, mampu memanfaatkan celah dalam permainan terbuka Borneo FC. Gol pembuka The Banten Warriors tercipta pada menit ke-14 melalui Johnathan, memanfaatkan bola muntah dari tangkapan kiper Borneo FC, Kadu Monteiro. Asa sempat kembali menyala bagi tuan rumah ketika Ikhsanul Nul Zikrak berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-49. Namun, masuknya Taisei Marukawa di menit ke-63 menjadi titik balik bagi Dewa United. Gelandang asal Jepang itu menjadi kreator dua gol penentu kemenangan, termasuk saat ia dijatuhkan Kadu Monteiro di area terlarang yang berujung penalti sukses Denilson di menit 90+1. Marukawa juga memberikan assist cantik untuk gol kedua Denilson di menit 90+6, mengukuhkan Denilson sebagai top skorer sementara dengan empat gol.

Mauro Jeronimo, pelatih Borneo FC, mengungkapkan kebingungannya atas hasil ini. Ia merasa timnya bermain lebih baik, terutama di babak kedua, dan mendominasi jalannya pertandingan. "Ini sulit untuk dijelaskan. Karena kami lebih baik dari mereka di babak kedua. Kami memulai dengan baik dan mendominasi. Kita juga bisa mencetak gol di menit awal. Di sepak bola kadang-kadang kita tidak mengerti kenapa kalah," ujarnya dengan nada frustrasi.
Also Read
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti beberapa insiden yang dianggap merugikan timnya. Gol pertama Dewa United, menurutnya, seharusnya tidak sah karena ada pelanggaran terhadap Reva Adi sebelum gol terjadi. "Gol pertama itu bisa diperdebatkan. Sebelum gol terjadi Reva Adi dilanggar. Saya tak bisa menutup mulut untuk masalah ini. Jika Anda melihat videonya, itu murni pelanggaran. Tapi tak ada VAR dan gol disahkan," jelasnya. Selain itu, Jeronimo merasa timnya juga layak mendapatkan hadiah penalti yang diabaikan wasit, yang menurutnya sangat dekat dengan gol kedua bagi Borneo FC. Keputusan-keputusan minor ini, diakui Jeronimo, sangat mempengaruhi psikologis pemain. "Meski kami coba main normal, tapi tentu saja kejadian itu mengganggu fokus pemain. Berikutnya terjadilah dua gol Dewa United," tambahnya.
Meski demikian, Jeronimo berusaha legawa menerima kekalahan tersebut. Ia menegaskan bahwa timnya harus segera bangkit dan bekerja lebih keras lagi. "Oke kami akui, kami kalah. Sekarang kami kalah dari Dewa United. Pertandingan berikutnya tak boleh kalah lagi. Kami kerja keras lagi. Sepak bola bukan sulap atau sihir. Sepak bola hanya soal kerja dan kerja," pungkasnya, menegaskan komitmen untuk memperbaiki performa di laga selanjutnya.




