portalbatang.id – Drama luar biasa tersaji dalam lanjutan pekan ketujuh BRI Super League 2026 saat Bali United harus puas berbagi angka dengan Persita Tangerang. Bertanding di Banten International Stadium pada Minggu (25/10/2026), tim berjuluk Serdadu Pulau Dewata tersebut gagal mengamankan kemenangan setelah kebobolan gol dramatis di masa injury time.
Sejatinya, Bali United tampil dominan sejak awal laga. Keunggulan mereka tercipta pada menit ke-26 melalui aksi sundulan tajam Marko Dugandzic. Gol tersebut sempat memberikan harapan besar bagi tim asuhan Johnny Jansen untuk memutus kutukan laga tandang yang selama ini menghantui mereka. Namun, keunggulan 1-0 tersebut tidak bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Memasuki masa tambahan waktu, tepatnya pada menit ke-90+6, Persita Tangerang berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Pablo Ganet. Hasil ini tidak hanya membuat Bali United kehilangan tiga poin berharga, tetapi juga memperpanjang rekor impresif Persita yang belum terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir.
Also Read
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya usai laga berakhir. Ia menyoroti kegagalan anak asuhnya dalam memanfaatkan peluang untuk menambah keunggulan serta rapuhnya koordinasi lini pertahanan di menit-menit krusial.
"Kami sudah unggul 1-0 dan sebenarnya memiliki peluang besar untuk mencetak gol kedua, namun kami gagal memanfaatkannya. Saya harus memberikan apresiasi kepada Persita atas daya juang mereka yang luar biasa. Namun secara objektif, kami seharusnya bisa keluar sebagai pemenang dalam pertandingan ini," ujar Johnny Jansen dengan nada kecewa.
Jansen juga menyoroti kebiasaan Persita yang sangat produktif mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan. Menurutnya, lini pertahanan Bali United tampil sangat buruk saat menghadapi tekanan di penghujung laga. Ia menegaskan bahwa masalah utamanya bukan sekadar soal mengantisipasi waktu tambahan, melainkan konsentrasi pertahanan yang menurun.
"Kami bertahan dengan sangat buruk di momen tersebut, sehingga mereka mampu mencetak gol yang berkualitas. Kami harus belajar dan melakukan yang lebih baik lagi," tambahnya.
Senada dengan sang pelatih, pemain Bali United, Tim Geypens, mengakui bahwa laga ini sangat berat untuk dimenangkan. Ia menilai intensitas duel dan banyaknya permainan bola panjang membuat ritme permainan menjadi sulit dikendalikan.
"Pertandingan ini sangat sulit. Banyak duel fisik dan bola-bola panjang yang mengganggu. Jika kami ingin bersaing di papan atas, memperebutkan posisi juara atau setidaknya posisi tiga besar, kami harus mampu memenangkan pertandingan seperti ini," tegas Geypens.
Meski merasa kecewa, Jansen tetap mencoba bersikap realistis dengan menganggap satu poin yang diraih sudah cukup lumayan, meskipun ia tahu timnya jauh lebih layak untuk meraih kemenangan penuh.




