Misteri Lambatnya Performa PSS Sleman

Author Image

Dewi Laksmi

26 Oktober 2026, 14:39 WIB

portalbatang.id – Perjalanan PSS Sleman di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League musim 2026/2027, tampak belum menunjukkan taring yang diharapkan. Meski sudah memiliki jam terbang yang cukup tinggi di kancah nasional, tim berjuluk Super Elang Jawa ini justru terlihat kesulitan beradaptasi dengan intensitas persaingan yang semakin kompetitif di awal musim.

Hingga memasuki pekan keenam, posisi PSS Sleman masih tertahan di papan bawah klasemen sementara, tepatnya di peringkat ke-15. Catatan performa Cleberson de Souza dan kawan-kawan sejauh ini tergolong memprihatinkan. Dari enam pertandingan yang telah dijalani, mereka baru mampu mengemas satu kemenangan dan satu hasil imbang. Sisanya, empat laga lainnya harus berakhir dengan kekalahan pahit. Secara statistik, tim ini baru mengantongi empat poin dengan selisih agregat gol 9-11.

Misteri Lambatnya Performa PSS Sleman
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Awal musim yang kelam ditandai dengan rentetan tiga kekalahan beruntun. PSS harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor tipis 1-2, kemudian dipermalukan Madura United 1-3, dan kembali tumbang dari Dewa United dengan skor 1-2. Namun, kabar baik mulai muncul dalam beberapa laga terakhir. Tim yang bermarkas di Stadion Magowaharjo ini menunjukkan tren positif dengan mengalahkan PSM Makassar 3-0, menahan imbang Persebaya Surabaya 2-2 di kandang lawan, serta hampir mencuri poin saat bertandang ke markas Persik Kediri sebelum akhirnya menyerah 1-2.

Menanggapi performa tim yang sempat "telat panas", pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, akhirnya buka suara. Pelatih asal Belanda ini mengungkapkan bahwa kendala utama timnya justru bersumber dari masalah internal yang terjadi sejak masa persiapan. Menurutnya, fase pramusim yang dijalani tim tidak berjalan sesuai rencana ideal.

"Masalah kami lebih banyak berasal dari faktor internal pada awal persiapan tim. Masa pramusim kami tidak berjalan ideal karena adanya kendala cedera pemain serta proses rekrutmen pemain yang tidak berjalan mulus. Hal-hal tersebut secara langsung berdampak pada kesiapan kami saat liga dimulai," ujar Huistra menjelaskan situasi sulit yang dihadapi anak asuhnya.

Meski sempat terpuruk, Huistra tidak tinggal diam. Ia memanfaatkan jeda kompetisi saat FIFA Matchday untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Selama tiga pekan masa jeda tersebut, ia fokus menggembleng fisik, mental, serta kerja sama tim. Hasilnya mulai terlihat pada peningkatan performa di tiga laga terakhir.

Selain faktor teknis, Huistra juga memberikan apresiasi tinggi terhadap dukungan suporter setia PSS Sleman. Ia menilai militansi pendukung menjadi bahan bakar utama bagi para pemain untuk bangkit dari keterpurukan. "Kami sangat beruntung memiliki suporter yang sangat fanatik. Saya rasa pendukung PSS adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Kehadiran mereka, baik di kandang maupun saat laga tandang, memberikan energi luar biasa bagi para pemain di lapangan," tutupnya.

Related Post