Garudayaksa FC Terpuruk di Papan Bawah

Author Image

Dewi Laksmi

26 Oktober 2026, 18:06 WIB

portalbatang.id – Nasib malang tengah menggelayuti tim promosi Garudayaksa FC di kompetisi BRI Super League musim 2026/2027. Hingga memasuki pekan ketujuh, tim yang dijuluki Spirit of Garuda ini masih tertahan di zona merah klasemen sementara. Performa yang lesu membuat mereka sulit untuk keluar dari jeratan papan bawah, sebuah kenyataan pahit bagi manajemen yang sejak awal menargetkan posisi lima besar di akhir musim.

Hingga saat ini, Garudayaksa FC baru mampu mengoleksi lima poin dari rangkaian pertandingan yang telah dijalani. Catatan statistik mereka menunjukkan hasil yang kurang meyakinkan, yakni hanya meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan harus menelan empat kekalahan. Posisi mereka yang kini tertahan di peringkat ke-14 menjadi sinyal bahaya jika ingin memenuhi ambisi besar klub.

Garudayaksa FC Terpuruk di Papan Bawah
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Kegagalan terbaru terjadi saat mereka menjamu juara bertahan, Persib Bandung, di Stadion Pakansari, Cibinong, pada Minggu (25/10/2026) malam. Meski sempat memberikan perlawanan yang cukup impresif, Garudayaksa FC harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor tipis 2-1. Kekalahan ini menambah daftar panjang rapor merah mereka, setelah sebelumnya juga dihajar habis-habisan oleh Bali United dengan skor mencolok 0-5 saat bertandang ke Pulau Dewata.

Menanggapi situasi sulit ini, pelatih kepala Garudayaksa FC, Milos Joksic, memilih untuk tetap tenang meski berada di bawah tekanan. Pelatih asal Serbia tersebut menyatakan bahwa dirinya masih memiliki kepercayaan diri tinggi terhadap proses yang sedang dijalani tim. Menurutnya, kualitas permainan tim sebenarnya menunjukkan tren positif meski hasil akhir belum berpihak pada mereka.

"Saya percaya pada pekerjaan saya dan kami bermain semakin baik dari hari ke hari," ujar Joksic dengan nada optimis. Ia menjelaskan bahwa kendala utama dalam beberapa pekan terakhir adalah belum terbentuknya kesolidan skuad secara utuh. Ia menekankan bahwa pada tiga laga awal sebelum jeda internasional, tim belum bisa tampil dengan komposisi pemain terbaiknya.

Joksic juga menyoroti jadwal pertandingan yang sangat padat dan berat bagi timnya. Sebelum kalah dari Persib, mereka juga harus berhadapan dengan Persik Kediri yang tampil sangat tangguh musim ini. "Kami menghadapi jadwal yang sangat berat, termasuk bermain empat kali berturut-turut di laga tandang," tambahnya.

Meski mengakui bahwa satu kemenangan bukanlah pencapaian yang membanggakan, Joksic tetap bangga dengan proses regenerasi pemain muda yang ia lakukan. Ia menyebutkan bahwa menurunkan pemain berusia 17 dan 19 tahun adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kekuatan tim.

Terkait masa depannya di klub, Joksic menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pihak manajemen. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah bekerja dan membangun tim, namun ia sadar bahwa hasil di lapangan adalah penentu utama penilaian manajemen terhadap kinerjanya. "Jika manajemen memiliki pemikiran yang berbeda, apa yang bisa saya lakukan? Saya datang untuk bekerja dan membangun tim ini," pungkasnya.

Related Post