portalbatang.id – Kekecewaan mendalam menyelimuti kubu Madura United usai menelan kekalahan telak 1-3 dari Persebaya Surabaya dalam laga lanjutan BRI Super League. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (26-10-2026) malam tersebut menyisakan bara panas, terutama terkait performa wasit yang memimpin jalannya laga.
Pelatih Madura United, Ze Gomes, tidak dapat menyembunyikan kemarahannya saat memberikan keterangan pers pasca-pertandingan. Meski tetap menunjukkan sportivitas dengan memberikan ucapan selamat atas kemenangan tuan rumah, juru taktik asal Portugal tersebut melontarkan kritik tajam terhadap kinerja wasit Eko Saputra. Menurut Gomes, kepemimpinan wasit sepanjang 90 menit terasa sangat tidak adil dan merugikan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut.

Gomes mengungkapkan bahwa ketidakadilan mulai terasa sejak babak pertama berlangsung. Salah satu insiden yang memicu kemarahan adalah saat winger andalan mereka, Gali Freitas, mengalami pelanggaran keras. Meski terlihat jelas ditarik dari belakang oleh pemain lawan, wasit justru mengabaikan pelanggaran tersebut dan tidak memberikan kartu. Kondisi ini membuat mental pemain Madura United goyah karena merasa tidak mendapat perlindungan yang sama di lapangan.
Also Read
Situasi semakin memburuk bagi tim tamu ketika mereka harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Paulo Sitanggang menerima kartu merah. Di tengah tekanan tersebut, wasit kembali mengambil keputusan kontroversial dengan memberikan hadiah penalti untuk Persebaya di menit-menit akhir laga.
Puncak kemarahan Ze Gomes terletak pada penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Ia merasa wasit seolah sengaja mengabaikan bantuan teknologi tersebut. Berdasarkan pengamatan Gomes, wasit sebenarnya sudah dipanggil oleh petugas VAR untuk meninjau tayangan ulang insiden penalti tersebut. Meskipun indikasi awal menunjukkan tidak ada pelanggaran, wasit Eko Saputra tetap bersikeras menunjuk titik putih.
"VAR hadir di sepak bola untuk membantu tugas wasit. Tapi, wasit kali ini memang tidak mau dibantu. Petunjuk dari VAR sudah jelas bukan penalti, dan dia melihat sendiri monitor itu, tapi dia tetap bertahan pada keputusannya seolah ingin menunjukkan dialah yang paling berkuasa di lapangan," tegas Gomes dengan nada tinggi.
Kendati merasa dirugikan oleh keputusan wasit, Gomes menegaskan bahwa kekalahan ini bukan alasan untuk merendahkan lawan. Ia tetap memberikan apresiasi kepada Persebaya atas kemenangan mereka. Sebaliknya, ia justru memberikan pujian setinggi langit kepada para pemainnya yang tetap berjuang keras meski harus menghadapi situasi sulit di lapangan.
Kini, Madura United memilih untuk segera berbenah. Tim akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh guna memperbaiki performa dan mentalitas pemain sebelum menghadapi jadwal pertandingan berikutnya dalam kompetisi BRI Super League musim ini.




