Nasib Milos Joksic di Ujung Tanduk

Author Image

Dewi Laksmi

27 Oktober 2026, 14:39 WIB

portalbatang.id – Kursi kepelatihan Milos Joksic di Garudayaksa FC kini tengah berada dalam situasi yang sangat genting. Rentetan hasil negatif yang diraih tim asuhannya di awal musim BRI Super League 2026/2027 membuat posisi pelatih asal Serbia tersebut mulai digoyang oleh isu pemecatan. Menanggapi situasi panas ini, Joksic memilih untuk bersikap realistis dan menyerahkan sepenuhnya keputusan masa depannya kepada pihak manajemen klub.

Kondisi Garudayaksa FC saat ini memang sedang tidak dalam performa terbaiknya. Berdasarkan klasemen sementara, tim ini terpuruk di peringkat ke-14. Dari tujuh pertandingan yang telah dijalani, mereka hanya mampu mengantongi lima poin saja. Catatan statistik menunjukkan tim ini hanya meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan harus menelan empat kekalahan pahit.

Nasib Milos Joksic di Ujung Tanduk
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Tekanan terhadap Joksic semakin memuncak setelah Garudayaksa FC dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-2 saat menjamu raksasa Persib Bandung di Stadion Pakansari, Bogor, pada Minggu (25/10/2026) malam. Meski kalah, sebenarnya performa anak asuhnya tidak bisa dikatakan buruk. Skuad yang dipimpin Dominik Holek tersebut mampu memberikan perlawanan sengit dan menunjukkan kualitas permainan yang kompetitif di lapangan.

Di tengah kencangnya rumor bahwa dirinya akan segera didepak, Milos Joksic menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada ultimatum resmi yang diterima dari jajaran petinggi klub. Ia menyatakan bahwa dirinya tetap profesional dan fokus memberikan yang terbaik bagi tim, sembari menyadari bahwa keputusan akhir ada di tangan manajemen.

"Pertanyaan mengenai masa depan saya tentu harus dijawab oleh manajemen. Namun, jika manajemen memiliki pandangan yang berbeda, apa yang bisa saya lakukan? Saya datang ke sini untuk bekerja dan membangun tim ini," ungkap Joksic dengan nada pasrah namun tetap tegas.

Joksic juga memberikan pembelaan terkait performa tim yang belum stabil. Menurutnya, ada faktor eksternal yang sangat menghambat perkembangan tim, yakni badai cedera pemain serta jadwal pertandingan yang sangat tidak bersahabat. Garudayaksa FC sempat dipaksa menjalani empat laga tandang secara berturut-turut, yang secara fisik dan mental sangat menguras tenaga, sebelum akhirnya harus berhadapan dengan tim-tim papan atas seperti Persik Kediri dan Persib Bandung.

Ia meyakinkan bahwa ada progres positif yang mulai terlihat di lapangan. "Saya percaya pada proses yang kami jalani. Kami bermain jauh lebih baik dalam empat pertandingan terakhir dibandingkan awal musim. Masalahnya, di awal musim kami tidak memiliki skuad yang utuh karena banyak pemain cedera," tambahnya.

Lebih lanjut, Joksic merasa bangga dengan keberaniannya dalam melakukan regenerasi pemain. Ia menyoroti keterlibatan pemain muda, seperti bek kiri berusia 17 tahun dan penyerang berusia 19 tahun, yang dipercaya tampil di laga krusial. Baginya, membangun tim yang kuat membutuhkan waktu dan proses, meskipun ia mengakui bahwa hasil akhir saat ini memang belum sesuai dengan harapan besar klub.

Related Post