portalbatang.id – Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League musim 2026/2027, tengah menyuguhkan drama yang luar biasa menarik. Memasuki pekan kedelapan, peta persaingan mulai terlihat jelas, namun ada satu nama yang mencuri perhatian seluruh pecinta sepak bola tanah air. Persita Tangerang, tim berjuluk Pendekar Cisadane, muncul sebagai fenomena unik yang sulit dibendung oleh tim-tim besar lainnya.
Hingga saat ini, Persita Tangerang mencatatkan rekor yang sangat impresif. Mereka menjadi satu-satunya kontestan dalam kompetisi musim ini yang belum sekalipun merasakan pahitnya kekalahan. Di tengah ketatnya persaingan antar klub papan atas, konsistensi yang ditunjukkan oleh anak asuh tim pelatih Persita menjadi buah bibir di berbagai kalangan pengamat sepak bola.

Jika menilik catatan statistik, performa apik ini diraih melalui koleksi empat kemenangan dan tiga hasil imbang dari delapan pertandingan yang telah dijalani. Puncak performa mereka terlihat pada laga terbaru saat bertandang ke markas Persik Kediri, Sabtu (31/10/2026). Dalam laga tersebut, Persita tampil sangat dominan dengan melumat tuan rumah melalui skor telak 5-1. Hasil gemilang ini membawa mereka bertengger nyaman di posisi keempat klasemen sementara dengan raihan 15 poin.
Also Read
Ada satu hal yang membuat Persita berbeda dari tim lainnya, yakni mentalitas baja di menit-menit akhir pertandingan. Mereka dijuluki sebagai spesialis injury time. Ketangguhan mental ini terbukti dari catatan gol mereka yang mayoritas tercipta di babak kedua. Tercatat, Persita telah mengemas 12 gol di paruh kedua pertandingan, di mana lima di antaranya lahir pada masa tambahan waktu (injury time). Kemampuan untuk tetap tenang dan fokus di saat laga hampir usai menjadi kunci utama keberhasilan mereka.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi pemain asing yang tampil sangat impresif. Nama-nama seperti Igor Rodrigues, Rayco Rodriguez, Pablo, Ganet, Luquinhas, hingga Alexander Ramalingom menjadi motor serangan yang sangat ditakuti lawan. Selain itu, faktor kenyamanan pemain asing juga menjadi pendukung. Salah satunya adalah Javlon Guseynov yang mengaku sangat betah tinggal di Indonesia karena keramahan masyarakat dan suasana klub yang hangat, sehingga ia mampu beradaptasi dengan cepat.
Ambisi besar pun telah dicanangkan oleh manajemen. Presiden Klub Persita Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, secara tegas menyatakan bahwa target timnya musim ini adalah menembus posisi delapan besar. Target tersebut bukan sekadar impian, mengingat tren positif yang sedang mereka alami saat ini. Dengan komposisi skuad yang solid dan mentalitas pemenang, Pendekar Cisadane kini siap menjadi ancaman serius bagi siapa pun yang ingin merebut gelar juara di BRI Super League 2026/2027.




