portalbatang.id – Persiapan Borneo FC menjelang laga krusial melawan PSIM Yogyakarta kini tengah memasuki fase krusial. Meski tim tamu memiliki peluang besar untuk mencuri poin penuh, atmosfer pertandingan diprediksi akan tetap panas dan penuh tekanan. Hal ini menyusul kabar bahwa Laskar Mataram dipastikan tampil pincang karena kehilangan beberapa pemain kunci mereka akibat sanksi disiplin.
Dua pilar penting PSIM, yakni Ze Valente dan Mauro Caballero, dipastikan absen dalam pertandingan mendatang. Keputusan ini diambil setelah Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman larangan bermain kepada keduanya. Absennya dua pemain berpengalaman ini tentu menjadi angin segar bagi strategi Borneo FC, namun pemain Borneo FC, Mauro Jeronimo, justru memilih untuk tetap waspada dan tidak ingin cepat berpuas diri.

Dalam sesi konferensi pers terbaru, Mauro Jeronimo menanggapi pertanyaan mengenai sejauh mana absennya pemain kunci PSIM akan memberikan keuntungan bagi timnya. Alih-alih merayakan kondisi lawan yang sedang tidak lengkap, pemain bertahan Borneo FC ini justru menekankan pentingnya tetap fokus pada performa tim sendiri tanpa terlalu banyak berspekulasi mengenai kekuatan lawan yang sedang melemah.
Also Read
"Mungkin iya, mungkin tidak, pada akhirnya kita semua akan mengetahuinya di lapangan nanti," ujar Mauro dengan nada hati-hati. Ia menegaskan bahwa dalam sepak bola profesional, kedalaman skuad adalah kunci utama. Menurutnya, sebuah klub sepak bola yang mapan biasanya memiliki komposisi pemain yang cukup banyak untuk menutupi celah yang ditinggalkan oleh pemain yang absen.
Mauro menjelaskan bahwa jika satu pemain tidak bisa turun ke lapangan, maka pemain cadangan yang masuk akan memiliki motivasi tinggi untuk membuktikan kualitas mereka. Ia meyakini bahwa semangat juang pemain pengganti tidak akan berkurang, meskipun mereka harus bermain di hadapan pendukung fanatik Laskar Mataram.
"Saya pikir sebuah tim sepak bola memiliki sekitar 20 hingga 28 pemain. Jika satu pemain tidak bermain, pemain lain akan datang dan memberikan segalanya, tidak peduli apakah mereka bermain di kandang di hadapan para suporter mereka sendiri," tambahnya.
Lebih lanjut, Mauro mengingatkan rekan-rekan setimnya agar tidak meremehkan ambisi PSIM. Ia menyadari bahwa PSIM saat ini tengah berjuang keras untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Tekanan untuk meraih poin akan membuat tim tuan rumah bermain lebih agresif dan berani.
"Kami paham bahwa mereka juga sedang memburu poin di klasemen, jadi kami harus mengantisipasi hal itu dengan sangat matang. Kendati demikian, jika kita tetap kompetitif dan berada di level terbaik, satu atau dua pemain yang absen tidak akan menjadi penghalang bagi kami untuk kembali meraih kemenangan," pungkasnya.
Pertandingan ini diprediksi akan menjadi ujian mental bagi Borneo FC untuk membuktikan apakah mereka mampu memanfaatkan momentum atau justru terjebak dalam rasa percaya diri yang berlebihan. Melansir laporan dari portalbatang.id, laga ini akan menjadi penentu arah performa kedua tim di sisa musim ini.




