portalbatang.id – Dominasi Bali United di ajang BRI Super League musim 2026/2027 semakin sulit terbendung. Tim berjuluk Serdadu Tridatu ini terus menunjukkan taringnya sebagai salah satu kekuatan paling mematikan di kompetisi musim ini. Hanya dalam sembilan laga yang telah berjalan, mereka sudah berhasil membobol gawang lawan sebanyak 26 kali, sebuah angka produktivitas yang sangat mengintimidasi bagi tim-tim lain.
Puncak performa impresif tersebut kembali terlihat saat mereka menjamu Persik Kediri di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Minggu (8/11/2026) sore. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Bali United tampil sangat dominan dan sukses membungkam tim tamu dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini sekaligus mengamankan tiga poin krusial yang membawa mereka merangsek naik ke posisi ketiga klasemen sementara dengan total 19 poin.

Pertandingan berjalan sangat cepat sejak peluit pertama dibunyikan. Irfan Jaya menjadi pembuka jalan kemenangan tuan rumah lewat golnya di menit keenam. Tekanan terus berlanjut hingga Teppei Yachida berhasil memperlebar jarak melalui eksekusi titik putih pada menit ke-33. Sebelum babak pertama usai, tepatnya pada masa injury time menit ke-45+1, Queven Inacio menyempurnakan keunggulan Bali United menjadi 3-0.
Also Read
Hasil ini menjadi mimpi buruk bagi Persik Kediri. Tim berjuluk Macan Putih tersebut kini tengah terpuruk setelah mencatatkan tiga kekalahan beruntun, menyusul hasil minor saat menghadapi Persija Jakarta dan Persita Tangerang. Kekalahan dari Bali United ini semakin memperparah catatan pertahanan mereka yang telah kebobolan sembilan gol dalam rentetan laga terakhir.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengakui bahwa kesalahan-kesalahan fatal yang dilakukan pemainnya di lapangan menjadi faktor utama yang memudahkan Bali United untuk mengontrol jalannya laga. Menurut Reina, strategi yang diterapkan oleh Bali United berada di luar prediksi timnya, sehingga pemain Persik kesulitan melakukan adaptasi di tengah pertandingan.
Di sisi lain, juru taktik Bali United, Johnny Jansen, merasa sangat puas dengan efektivitas serangan anak asuhnya. Meski merasa timnya masih bisa mencetak lebih banyak gol, Jansen memuji disiplin dan ketajaman pemainnya, terutama di babak pertama. Ia menekankan bahwa produktivitas gol yang tinggi saat ini merupakan buah dari proses panjang yang telah dibangun selama satu setengah tahun terakhir.
Dengan catatan 26 gol dalam sembilan laga, Bali United kini hanya membutuhkan 24 gol lagi untuk menyamai total perolehan gol mereka sepanjang musim lalu. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Serdadu Tridatu siap bertarung di papan atas hingga akhir musim nanti. Melansir informasi dari portalbatang.id, perkembangan taktik Jansen tampaknya telah berhasil mengubah wajah Bali United menjadi mesin gol yang sangat menakutkan.




